MEDIA24.ID - Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia, di mana mereka diwajibkan untuk berpuasa.
Namun, ada beberapa kondisi yang membuat seorang muslim tidak dapat melaksanakan puasa secara penuh.
Untuk mengganti puasa yang ditinggalkan tersebut, umat muslim diperintahkan untuk melakukan puasa qadha setelah bulan Ramadhan berakhir.
Puasa qadha adalah puasa yang dilakukan sebagai pengganti puasa Ramadhan yang tidak dilaksanakan. Menurut pandangan Islam, setiap muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan wajib untuk menggantinya di hari lain.
Hal ini penting untuk diperhatikan, karena jika utang puasa tidak dilunasi, maka akan dianggap berdosa.
Baca Juga: Manfaat Sirih Cina, Tumbuhan Liar yang Punya Segudang Manfaat Kesehatan
Kapan dan Bagaimana Melakukan Puasa Qadha?
Puasa qadha bisa dilakukan kapan saja di luar bulan Ramadhan. Namun, ada beberapa aturan yang harus diikuti.
Salah satunya adalah membaca niat puasa sejak malam sebelumnya atau pada waktu sahur sebelum imsak. Hal ini berdasarkan penjelasan dari Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitabnya Hasyiyatul Iqna'.
Berikut kutipan dari Hasyiyatul Iqna' yang menjelaskan mengenai pentingnya niat puasa qadha di malam hari:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر
Artinya: "Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw, 'Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.' Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits." (Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna', [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II)
Baca Juga: Kepala LAN: Kemenag Tampil Sebagai Role Model Transformasi Digital
Bacaan Niat Puasa Qadha
Berikut adalah bacaan niat puasa qadha dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
Niat dalam Bahasa Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Niat dalam Bahasa Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadaa'i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat mengganti (mengqadha) puasa bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Artikel Terkait
Berikut Hikmah Menjalankan Puasa Tasua, Kamu Wajib Tahu!
Hikmah Puasa Asyura, Benarkah akan Terhapus Dosa Setahun?
Lengkap, Panduan Tata Cara dan Niat Wudhu Sebelum Beribadah!