MEDIA24.ID, Kaohsiung – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei kembali menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah secara Islam bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan.
Sebanyak 50 peserta hadir dalam pelatihan yang digelar di Kaohsiung untuk menjangkau pekerja migran Indonesia (PMI) di wilayah selatan Taiwan. Pelatihan ini dipimpin oleh Ustaz Didik Purwanto, Ketua Tanfidziyah PCINU Taiwan.
Kepala Bidang Tenaga Kerja KDEI Taipei, Purwanti Uta Djara mengungkapkan kegiatan tersebut merupakan pelatihan pemulasaraan jenazah pertama diselenggarakan di Kaohsiung.
Purwanti pun menyatakan pelatihan serupa direncanakan akan digelar di wilayah lain dalam keterangan pers yang diterima Media24.
Baca Juga: Tiga Hal yang Harus Diingat Saat Bertaubat Menurut Imam Al Ghazali
“Sebelumnya KDEI Taipei sudah pernah menyelenggarakan pelatihan pemulasaraan jenazah di wilayah Taoyuan, Taipei, dan Penghu,” ujarnya di lokasi pelatihan yang digelar di PCINU Ranting Kaohsiung, Sabtu, 3 Agustus 2024.
Sebagai informasi, KDEI Taipei telah menginisiasi pelaksanaan pemulasaraan jenazah WNI/PMI secara Islam (bagi yang beragama Islam) yang meninggal dunia di Taiwan.
Kegiatan ini telah dilaksanakan bersama PCINU Taiwan sejak tahun 2015 hingga sekarang.
Ustaz Didik menyatakan memulasarkan jenazah hukumnya fardu kifayah, yang apabila umat di suatu wilayah tidak ada yang mengerjakan, maka seluruh umat di wilayah tersebut berdosa.
"Karenanya kita wajib berterima kasih ke KDEI Taipei karena telah memfasilitasi teman-teman yang gugur, yang dipulangkan ke Indonesia sudah dalam kondisi dipulasarakan,” tutur Didik Purwanto
Pelatihan pemulasaraan jenazah secara Islam kali ini, dilaksanakan di wilayah Kaohsiung untuk menjangkau para PMI di wilayah Kaohsiung dan sekitarnya seperti Tainan dan Pingtung.
Meskipun kegiatan dilaksanakan malam hari, peserta sangat antusias menyimak hingga kegiatan selesai sekitar pukul 23.00.
Pelatihan pemulasaraan jenazah yang dimulai sekitar pukul 20.00 ini menerangkan detail tata cara menangani jenazah pria dan wanita sejak mensucikan (memandikan), mangkafani, hingga mensholati. Kegiatan dipungkasi dengan praktik mensholati jenazah. ***