Selain QRIS, BRI juga memberikan pendampingan usaha serta modal kerja untuk membantu UMKM seperti Tebubu terus berkembang.
Penjualan Tebubu saat ini didominasi oleh transaksi online, mencapai 80 persen, sementara sisanya berasal dari penjualan langsung di gerai.
Melihat tingginya minat konsumen, Suci berencana untuk memperluas usahanya dengan membuka cabang baru di sejumlah lokasi strategis.
Dengan dukungan sistem pembayaran digital, pendampingan usaha, dan akses modal dari BRI, Suci optimistis bisnis minuman tebu ini bisa terus tumbuh dan menjadi pilihan utama bagi pencinta minuman sehat di Indonesia.
"Saya ingin Tebubu semakin besar dan dikenal lebih luas. Dengan adanya dukungan dari BRI, saya yakin bisa membawa usaha ini naik kelas," pungkasnya.
Ahmad Fauzi, Manager Bisnis Mikro BRI Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Tebubu adalah bagian dari program "BRI UMKM Excel" yang fokus pada pendampingan holistik.
"Kami tidak hanya beri pinjaman, tapi juga bantu pemasaran, pelatihan pengelolaan keuangan, dan fasilitasi partisipasi di event besar seperti festival ini," ujarnya.
BRI juga membantu Suci mengoptimalkan penjualan online dengan integrasi QRIS pada aplikasi e-commerce. "Transaksi digital memudahkan pelacakan omzet dan mengurangi risiko kehilangan uang," tambah Ahmad.
Kesuksesan di dua cabang dan festival membuat Suci berambisi membuka 10 gerai baru di lokasi strategis seperti Bandung, Surabaya, dan Bali pada 2026. "Kami sedang uji coba varian baru seperti Tebu Matcha dan Tebu Coffee untuk perluas pasar," ujarnya.
Ia juga berencana menggaet influencer muda untuk promosi di media sosial. "Target kami, Tebubu bisa jadi merek minuman tebu nasional yang dikenali semua generasi," tegasnya.
Kisah Suci membuktikan bahwa UMKM bisa bersaing di era digital dengan kombinasi produk berkualitas, strategi pemasaran kreatif, dan dukungan teknologi perbankan.
QRIS BRI bukan hanya alat transaksi, tapi juga pintu masuk UMKM ke ekosistem bisnis modern yang efisien.
"Sebelum pakai QRIS, kami kesulitan mengelola keuangan. Sekarang, semua transaksi tercatat rapi, dan modal bisa dialokasikan untuk ekspansi," pungkas Suci. ***