"Saat ini kami masih pakai modal sendiri, tapi ke depannya ingin mengajukan KUR BRI untuk ekspansi usaha," tambahnya.
Dengan strategi pemasaran digital, pemanfaatan teknologi perbankan, dan semangat pantang menyerah, Dimsum Andria menjadi salah satu contoh sukses UMKM yang mampu bertahan dan berkembang di era digital.
Inovasi dalam pembayaran serta dukungan permodalan diharapkan dapat mendorong lebih banyak UMKM untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Manager Bisnis Mikro BRI Jakarta Pusat, Ahmad Fauzi, mengatakan, program “BRI UMKM Excel” dirancang untuk membantu UMKM seperti Dimsum Andria naik kelas.
“Kami tidak hanya memberi akses modal bagi pelaku UMKM yang membutuhkan, tetapi juga mengoptimalkan penjualan digital. QRIS BRI diintegrasikan ke platform e-commerce agar transaksi lebih efisien,” ujarnya.
Menurut Fauzi, keunggulan QRIS terletak pada kecepatan dan keamanan. “Transaksi selesai dalam 5 detik, saldo langsung masuk rekening, dan risiko kehilangan uang tunai berkurang,” jelasnya.
Fitur ini juga memudahkan pelacakan omzet harian, bulanan, maupun analisis tren pembeli.
Kolaborasi BRI dan UMKM seperti Dimsum Andria membuktikan bahwa transformasi digital bukan hanya untuk korporasi besar. “Dengan QRIS, UMKM bisa bersaing di era cashless sekaligus membangun kepercayaan pelanggan,” pungkasnya. ***