Program ini selaras dengan penetapan Desa Sukamantri sebagai peserta Program New Desa BRILiaN Batch 3 pada 2024, yang fokus pada pengembangan potensi ekonomi desa.
Kesuksesan Cikal Mandiri Nursery turut mendongkrak bisnis mitra seperti Maulana (26), pemilik Mauraz Flora. Sejak 2021, ia rutin membeli tanaman dari Uci untuk dijual kembali.
"Kualitasnya konsisten, meski harga sedikit lebih tinggi. Konsumen prioritaskan kualitas," kata Maulana, yang kini meraup omzet Rp30 juta per bulan.
Bisnisnya bahkan menarik perhatian selebritas seperti Kris Dayanti dan Yuni Shara. "Kris memesan vertical garden untuk huniannya, sementara Yuni kerap mencari tanaman langka untuk taman pribadi," ungkapnya.
Maulana berambisi memperluas pasar ke luar negeri, mengikuti jejak Uci. Desa Sukamantri perlahan menjelma menjadi sentra tanaman hias berkat kolaborasi antara Gapoktan, UMKM, dan BRI.
Program pelatihan digitalisasi dari BRI membantu petani memasarkan produk via platform online, sementara dukungan pemasaran melalui pameran membuka jaringan ekspor lebih luas.
"Kami optimis Desa Sukamantri bisa menjadi contoh transformasi ekonomi desa berbasis UMKM," pungkas Erwin.
Keberhasilan Uci dan Maulana membuktikan bahwa dengan dukungan permodalan tepat sasaran dan pendampingan berkelanjutan, UMKM tak hanya bertahan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Erwin, keberhasilan ini menjadi fondasi bagi BRI untuk terus memperkuat program KUR, sekaligus menginspirasi pelaku usaha kecil lainnya agar berani bermimpi besar. ***