UOB Indonesia Kembali Gelar Kompetisi Seni Bergengsi ke-15, Ajang Peluang Global bagi Seniman Lokal

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Minggu, 11 Mei 2025 | 21:17 WIB
UOB Indonesia kembali membuka pendaftaran kompetisi seni lukis bergengsi 15th UOB Painting of the Year (UOB POY).  (Foto/Dok/Tangkapan layar IG)
UOB Indonesia kembali membuka pendaftaran kompetisi seni lukis bergengsi 15th UOB Painting of the Year (UOB POY). (Foto/Dok/Tangkapan layar IG)

Setiap hidangan terinspirasi dari karya pemenang UOB POY, mengubah visual menjadi cita rasa.

  1. Es Cincau Sang Berdiam – Terinspirasi karya Muhammad Yakin (The Idol of Unmoved Uncaused Cause Mover), minuman ini memadukan hitam-putih sebagai simbol konflik batin manusia.
  2. Nasi Pelangi Puan – Hidangan delapan elemen ini merefleksikan perjuangan perempuan modern, terinspirasi karya Diana Puspita Sari (Puan Hari Ini).
  3. Es Bayang Selendang Aruna – Dessert dengan dominasi putih dan aksen merah ini terinspirasi karya I Wayan Sudarsana (Tubuh di antara Tubuh), menggambarkan harmoni dalam keberagaman.

Menu eksklusif ini tersedia di outlet Remboelan terpilih hingga 30 Juni 2025, menawarkan pengalaman multisensori yang langka.

Persyaratan dan Timeline Kompetisi

Seniman Indonesia dan penduduk tetap dapat mengirimkan satu karya secara daring melalui situs UOBandArt.com, dengan kategori:

  • Seniman Profesional (karya harus belum pernah dipamerkan/diikutsertakan dalam kompetisi lain)
  • Pendatang Baru (seniman tanpa pengalaman pameran profesional)

Dewan juri tahun ini diisi nama-nama berpengaruh:

  • Dr. Agung Hujatnika (Kurator Independen & Dosen ITB) sebagai Ketua Juri
  • Venus Lau (Direktur Museum MACAN Jakarta)
  • Alia Swastika (Kurator Biennale Jogja)

Pemenang Indonesia akan diumumkan pada 15 Oktober 2025, sementara pemenang utama kategori Profesional berkesempatan bersaing di tingkat ASEAN pada 12 November 2025 di Singapura. Gelar UOB Southeast Asian Painting of the Year akan membuka pintu residensi seni di luar negeri.

Selain hadiah tunai hingga ratusan juta rupiah, kompetisi ini menawarkan, yakni, pertama, Eksposur Global: Karya pemenang dipamerkan di galeri ternama.

Kedua, Mentorship: Akses ke kurator dan seniman internasional. Ketiga, Legacy: Menjadi bagian dari sejarah 90 tahun UOB dalam mendukung seni Asia Tenggara.

“Ini lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah investasi untuk masa depan seni Indonesia,” tutup Maya Rizano.

Dengan kombinasi antara dukungan berkelanjutan, kolaborasi kreatif, dan peluang global, UOB POY 2025 menjadi ajang yang tak boleh dilewatkan bagi siapa pun yang serius mengukir nama di dunia seni. ***

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X