MEDIA24.ID, JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai bagian dari Maybank Group dan sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero pada 2060, Maybank Indonesia berperan aktif dalam meningkatkan pembiayaan berkelanjutan, salah satunya dengan mendukung proyek pembangunan pabrik mobil listrik oleh VinFast di Indonesia.
Direktur Global Banking Maybank Indonesia Ricky Antariksa menuturkan, sebagai bank yang memiliki visi keberlanjutan, pihaknya sangat bangga dapat berkontribusi dalam mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, yang merupakan langkah penting dalam mempercepat transisi energi dan mencapai target Net Zero pada tahun 2060.
Baca Juga: Pemenang OMC, BFI RUN 2025 Terbangkan 16 Pelari ke Sydney Marathon dan Melbourne Marathon
"Pembiayaan terhadap proyek VinFast ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung sektor transportasi bersih, yang memiliki dampak positif jangka panjang bagi Indonesia,” kata Ricky Antariksa dalam dalam siaran pers yang diterima Media24.id, Jumat (16/5/2025).
Maybank Indonesia menyediakan term loan sebesar USD20 juta yang diharapkan akan mendukung pertumbuhan proyek pembangunan pabrik mobil listrik oleh VinFast di Indonesia.
Dengan mengadopsi penerapan Kerangka Kerja Produk Berkelanjutan (Sustainable Product Framework) Maybank Group, Ricky menuturkan, sepanjang tahun 2024, Maybank Indonesia telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan yang didominasi oleh kategori Green Financing, khususnya untuk sektor Transportasi Bersih, yang mencapai Rp2,0 triliun. Pembiayaan ini terbagi dalam dua segmen, yaitu wholesale dan retail.
Baca Juga: Maybank Indonesia Salurkan Pembiayaan KKUB Sebesar Rp22,1 Triliun pada 2024
Pada segmen wholesale, Maybank Indonesia aktif dalam pembiayaan sindikasi untuk perusahaan-perusahaan yang fokus pada infrastruktur energi bersih dan kendaraan listrik.
Misalnya seperti pemberian fasilitas pembiayaan sindikasi untuk PT IMG Sejahtera Langgeng yang turut berkontribusi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan porsi Green Loan sebesar 44% sebagai bagian dari keseluruhan pembiayaan yang diberikan untuk mendukung keberlangsungan inisiatif ini.
Pembiayaan ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur Kendaraan Listrik Baterai (Battery Electric Vehicles/BEV) di Indonesia, baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan komersial.
Selain itu, di sisi retail, pembiayaan tersebut melibatkan kolaborasi dengan anak perusahaan Maybank Indonesia, seperti Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, untuk memberikan akses pembiayaan bagi individu yang ingin membeli kendaraan listrik dan hybrid, baik roda empat maupun roda dua. Program ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar +86% YoY.
“Kami percaya bahwa potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia sangat besar, dan melalui pembiayaan berkelanjutan, kami ingin membuka lebih banyak peluang untuk pertumbuhan sektor ini," kata Ricky.
"Kami juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk pengembangan stasiun pengisian EV yang sangat dibutuhkan,” lanjutnya.