oleh : Herwin Mopangga
PAGI yang cerah di area agrowisata tak jauh dari Danau Perintis Kecamatan Suwawa Bone Bolango, Pak Adam petani lokal terus memandangi ladangnya yang dipenuhi tanaman organik dan pohon-pohon hijau yang teduh.
Di masa lalu, hasil pertaniannya bergantung pada cuaca yang tak menentu.
Namun, setelah beralih ke pariwisata berkelanjutan, ia mulai membuka agrowisata. Pengunjung berdatangan dari dalam kota maupun dari luar Gorontalo.
Sekedar menikmati panorama perbukitan dan lembah yang asri. Sementara yang lainnya ingin belajar menanam sayur dan buah organik.
Baca Juga: [KOLOM] Masalah Mendasar Koperasi Indonesia Bukan Digitalisasi, Tapi Ini...
Di tempat lain, Pak Ramli, seorang nelayan di Desa Bolihutuo Kecamatan Botumoito Boalemo, menyiapkan perahu kecilnya untuk tur istimewa bagi tamu bule dan mandarin.
Beberapa tahun lalu, ia hanya menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun kini, ia memiliki sumber penghasilan tambahan yaitu wisata laut berbasis ekonomi biru.
Berbincang akrab dengan kedua pelaku usaha wisata di waktu terpisah tersebut merupakan rangkaian kegiatan riset lapang tentang potensi pengembangan green and blue economy sektor pariwisata dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan asli daerah kabupaten kota di Provinsi Gorontalo kolaborasi Bank Indonesia dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Gorontalo bulan September 2024 lalu.
Baca Juga: 3 Pariwisata Bersejarah Yogyakarta, Tujuan Paling Tepat untuk Kanak-Kanak
Kisah di atas adalah bagian dari transformasi di Gorontalo, yang kini mulai menerapkan konsep green and blue economy (GBE) sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi baru.
Pemerintah daerah melalui OPD teknis bersama masyarakat lokal mulai memahami dan menyadari bahwa potensi wisata alam Gorontalo, baik di darat maupun laut, bisa menjadi sumber kemakmuran yang berkelanjutan dibandingkan hanya bergantung pada eksploitasi sumber daya alam.
Pariwisata Provinsi Gorontalo sejauh ini lebih mengeksplorasi dan mengandalkan daya tarik objek wisata yang cukup rentan terhadap perubahan iklim.
Artikel Terkait
Liburan Seru di Palembang, 5 Rekomendasi Tempat Wisata Favorit yang Tak Boleh Dilewatkan
Eksplorasi Keindahan Lombok, Berikut 5 Daftar Tempat Wisata Populer yang Wajib Kalian Kunjungi Saat Liburan
Wisata Berbayar ke IKN Dilarang! Pengunjung Masuk Gratis Asal Daftar Lewat Aplikasi IKNOW
Kunjungi 5 Destinasi Wisata Menarik di Wonosobo Berikut dengan Harga Tiket Masuknya
Tingkatkan Ekonomian Wisata Lokal, Dosen-Mahasiswa UPER Ini Bantu Promosi dan Pengelolaan Konten Digital