Portofolio ini didominasi oleh pembiayaan Kredit KKUB (Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan) sebesar Rp764,8 triliun, yang mencakup penyaluran kredit ke sektor sosial sebesar Rp677,1 triliun; kredit KUBL (Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan) sebesar Rp83,3 triliun; dan pembiayaan sustainability bond sebesar Rp4,39 triliun.
Untuk kredit KUBL, fokus utama diarahkan pada sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang ramah lingkungan dengan total Rp55,58 triliun. Sektor lainnya meliputi transportasi hijau (Rp10,97 triliun), produk ramah lingkungan (Rp7,97 triliun), dan energi terbarukan (Rp6,18 triliun).
BRI juga menunjukkan keseriusan dalam mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Sejak 2020, bank ini telah melakukan perhitungan emisi GRK, yang pada 2022 disempurnakan untuk mencakup Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, termasuk financed emissions atau emisi dari aktivitas investasi dan pembiayaan.
Dengan menggunakan baseline tahun 2022, BRI menetapkan target penurunan emisi GRK dan komitmen mencapai Net Zero Emission pada 2050. Upaya ini mencakup semua kategori emisi (Scope 1, Scope 2, dan Scope 3), dengan pendekatan yang mengacu pada standar global Science-Based Target Initiatives (SBTi).
“Melalui penghargaan ini BRI semakin memperkuat posisinya sebagai front-runner dalam penerapan prinsip ESG di sektor perbankan, menunjukkan bahwa keberhasilan dalam keberlanjutan bukan hanya sebuah tujuan, tetapi merupakan bagian integral dari strategi dan operasional perusahaan,” pungkas Sunarso. ***