ekbis

KUR BRI Cetak UMKM Tangguh di Jakarta: Akses Cepat, Pendampingan Holistik, dan Transformasi Digital

Jumat, 21 Maret 2025 | 22:54 WIB
Asri Mufti Aziz, Manager Bisnis Area Mikro BRI Jakarta 2 di Food Court Pulomas, Jakarta. (Foto/Media24/Moh Purwadi)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta kini semakin dimudahkan dalam mengakses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (Kumpedes) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dengan proses pencairan hanya satu hari setelah survei, program ini menjadi solusi cepat bagi UMKM yang ingin berkembang. Tak hanya itu, BRI juga memberikan pendampingan holistik, mulai dari edukasi transaksi digital hingga perluasan jaringan bisnis, sebagai upaya mendorong UMKM naik kelas.

Asri Mufti Aziz, Manager Bisnis Area Mikro BRI Jakarta 2, menegaskan bahwa syarat pengajuan KUR dan Kumpedes dibuat sederhana untuk memperluas inklusi keuangan.

Baca Juga: Usahanya Bangkit Berkat KUR BRI, Berikut Kisah Sutrisno dan Sate Kambing PUAS yang Kembali Melegenda

“Pelaku usaha cukup memiliki usaha yang berjalan minimal 6 bulan untuk KUR dan 1 tahun untuk Kumpedes, dilengkapi KTP, NPWP, dan surat keterangan usaha. Proses pencairannya hanya 1 hari setelah tim marketing kami verifikasi,” ujar Asri di Jakarta.

Kecepatan ini menjadi angin segar bagi UMKM seperti Siti Farida, pemilik usaha keripik singkong di Rawamangun. “Dana KUR Rp50 juta saya cair dalam sehari. Saya langsung bisa beli mesin pengemas otomatis,” katanya saat ditemui di Jakarta.

BRI memusatkan pemberdayaan UMKM di wilayah potensial seperti Rawamangun, Tanjung Priok, Kalimalang, dan Otista. Kawasan ini dipilih karena aktivitas ekonomi yang tinggi, terutama di sektor kuliner yang ramai dari pagi hingga malam.

Baca Juga: Bisnis Dimsum Andria Makin Cuan Berkat Digitalisasi Pembayaran QRIS, Omset Capai Rp20 Juta per Hari

“Perputaran usaha kuliner di sini sangat lancar. Tidak hanya karyawan lokal, tapi juga pengunjung dari luar wilayah yang jadi pelanggan setia,” jelas Asri.

Di Tanjung Priok, BRI membina Sentra Kerang yang memasok kebutuhan restoran seafood di Jakarta. Sementara di Otista, Jatinegara, Sentra Batu Cincin dan Permata tumbuh pesat berkat pendampingan teknis dan akses pasar digital.

Tak berhenti di pendanaan, BRI membekali UMKM dengan layanan digital seperti BRImo dan QRIS untuk meningkatkan efisiensi.

“Transaksi digital mengurangi risiko kehilangan uang tunai dan memudahkan pelacakan omzet,” ujar Asri. Bakso Rusuk Solo 39, misalnya, mencatat peningkatan omzet 30% setelah beralih ke QRIS.

Pendampingan juga mencakup pelatihan penggunaan internet banking. “Awalnya banyak UMKM gagap teknologi. Sekarang, mereka bisa kelola keuangan via BRImo dan ekspansi ke platform e-commerce,” tambahnya.

BRI tak hanya memberi modal, tetapi juga membangun ekosistem bisnis. Contohnya, menghubungkan UMKM kuliner dengan supplier ikan asin di Tanjung Priok atau mengajak mereka ikut pameran UMKM. “Di event terakhir, 15 UMKM binaan kami dapat kontrak pemasokan ke hotel dan restoran,” cerita Asri.

Halaman:

Tags

Terkini