MEDIA24.ID, JAKARTA - Aroma rempah sate kambing yang menggoda seketika memenuhi sudut Food Court Pulomas, Jakarta Timur. Di balik kepulan asap panggangannya, Sutrisno (62), pemilik Sate Kambing PUAS, tersenyum ramah melayani pelanggan yang antre.
Tak banyak yang tahu, di balik kesibukannya, tersimpan cerita pilu tentang usaha yang nyaris runtuh saat pandemi. Kini, berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, warungnya tak hanya bangkit, tapi juga menjelma menjadi legenda kuliner yang dicari banyak orang.
Sebelum pandemi, Sate Kambing PUAS adalah primadona. Setiap hari, Sutrisno menghabiskan 3-5 ekor kambing muda untuk memenuhi permintaan pelanggan yang rela antre dari berbagai wilayah Jakarta. Namun, gelombang Covid-19 pada 2020 menghantam keras.
“Usaha langsung sepi, tidak ada pelanggan yang berani datang. Warung terpaksa tutup. Saya tetap buka dengan online, tapi hasilnya tak cukup untuk menghidupi keluarga,” kenangnya kepada Media24.id saat menemuinya.
Nasib mulai berubah ketika pengurus Paguyuban UMKM Food Court Pulomas mengajaknya bergabung di lokasi baru pasca-pandemi. Di situlah Sutrisno bertemu dengan tim BRI yang menawarkan pendampingan dan pembiayaan KUR.
“Saya dapat modal untuk beli bahan baku, perbaiki gerobak, dan pasang spanduk promosi. BRI juga ajari cara mengelola keuangan,” ujar pria asal Jawa Timur ini.
Baca Juga: Kisah Amiyati dan 25 Pedagang UMKM Bertransformasi Digital, QRIS Jadi Solusi Pembayaran Terbaik
Dengan dana KUR, Sutrisno tak hanya menghidupkan kembali warungnya, tetapi juga merambah pemasaran digital. Kini, selain melayani pelanggan langsung, ia menerima pesanan online melalui aplikasi pesan-antar.
“Dulu cuma jualan di tempat, sekarang bisa kirim ke seluruh Jakarta. Omzet naik hampir 70%,” katanya bangga.
Menu andalannya, Sate Kambing Rempah Sultan, menjadi buruan karyawan perkantoran di sekitar Pulomas. Pelanggan lama pun kembali berdatangan.
“Saya khusus datang dari Cikini karena kangen sate ini. Rasanya tetap autentik, beda dari yang lain,” ujar Rina, salah satu pelanggan setia yang sedang menikmati hidangan sate kambing di kiosnya.
Bagi Sutrisno, KUR BRI bukan sekadar suntikan dana. Pendampingan dari tim BRI membantunya memahami cara mengembangkan usaha secara berkelanjutan. “Mereka ajarkan cara hitung laba-rugi, buat promosi di media sosial, bahkan bantu urus perizinan,” tuturnya.