MEDIA24.ID, JAKARTA - Uci Apandi (54), pelaku UMKM tanaman hias asal Desa Sukamantri, Ciomas, Bogor, membuktikan bahwa dukungan permodalan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) mampu mengubah usaha kecil menjadi bisnis ekspor yang mendunia.
Berkat pinjaman Rp150 juta yang diterimanya pada 2021, usaha miliknya, Cikal Mandiri Nursery, tak hanya bertahan di masa pandemi, tetapi juga merambah pasar internasional.
Uci memulai usaha tanaman hias sejak lama, namun perkembangan signifikan terjadi setelah ia mengakses KUR BRI. Dana tersebut ia alokasikan untuk memperluas lahan, membeli polybag, dan meningkatkan perawatan tanaman.
Baca Juga: Dari Pasar Santa ke Pasar Global, Kisah Suradi dan Dunia Kopi yang Naik Kelas Berkat KUR BRI
"KUR BRI menjadi katalis bagi usaha kecil seperti saya untuk naik kelas," ujar Uci, yang kini menjadi Kepala Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tanaman Hias Sukamantri.
Saat ini, bisnisnya tak hanya menjangkau pasar lokal, tetapi juga menembus Asia dan Eropa. Pembeli dari Filipina dan Thailand kerap melakukan transaksi langsung, bahkan mempromosikan produk Uci melalui siaran langsung di Instagram dan TikTok.
"Mereka percaya kualitas tanaman kami. Jenis seperti anthurium ganesha bisa dijual hingga Rp100 juta per pot," tuturnya saat ditemui di Cikal Mandiri Nursery, Jumat (25/4/2025).
Baca Juga: Berkat KUR BRI, Surono Sukses Ubah Tanaman Hias Jadi Ladang Cuan hingga Rp50 Juta per Bulan
Ironisnya, masa sulit pandemi COVID-19 justru menjadi momentum kejayaan bisnis tanaman hias. Permintaan melonjak, terutama dari konsumen rumah tangga yang ingin mempercantik hunian.
Transaksi tertinggi Uci mencapai Rp200 juta per bulan, sementara anggota Gapoktan Sukamantri membengkak dari 20 menjadi 200 orang, dengan 150 anggota baru bergabung selama pandemi.
"Tanaman hias menjadi penghibur di tengah isolasi. Tren ini masih bertahan hingga kini," tambah Uci.
Erwin Sapari, Kepala Departemen Usaha Mikro BRI RO Jakarta 2, menjelaskan bahwa KUR BRI dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM dengan bunga kompetitif: 6% untuk pinjaman Rp10–100 juta (KUR Mikro) dan 9% untuk pinjaman di atas Rp100 juta (KUR Kecil).
"Bunga ini jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman komersial, sehingga memudahkan UMKM mengembangkan usaha," tegas Erwin.
Tak hanya itu, BRI juga memberikan pendampingan melalui pelatihan e-commerce, pembinaan manajemen keuangan, dan fasilitasi partisipasi dalam pameran. "Kami ingin UMKM tak hanya dapat modal, tetapi juga ilmu untuk bersaing di pasar global," ujarnya.