Dari Pasar Santa ke Pasar Global, Kisah Suradi dan Dunia Kopi yang Naik Kelas Berkat KUR BRI

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Selasa, 29 April 2025 | 23:11 WIB
Suradi, sang pemilik Toko Dunia Kopi yang berlokasi di Pasar Santa, Kebayoran baru, Jakarta selatan. (Foto/Dok/Media24)
Suradi, sang pemilik Toko Dunia Kopi yang berlokasi di Pasar Santa, Kebayoran baru, Jakarta selatan. (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Di tengah kesibukan Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tercium aroma kopi segar dari Toko Dunia Kopi milik Suradi mengundang pelanggan lokal hingga internasional datang ke kedainya.

Tak sekadar kedai biasa, usaha ini kini menjadi simbol transformasi UMKM berbasis kopi yang merambah pasar global. Kunci keberhasilannya? Kolaborasi antara kerja keras, strategi bisnis, dan dukungan permodalan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Suradi, sang pemilik, mengawali bisnisnya dengan modal terbatas. Awalnya, ia hanya menjual kopi di pasar lokal. Namun, ambisinya untuk berkembang terhambat oleh keterbatasan modal.

Baca Juga: Berkat KUR BRI, Surono Sukses Ubah Tanaman Hias Jadi Ladang Cuan hingga Rp50 Juta per Bulan

“Dulu, meningkatkan produksi atau membeli bahan baku dalam jumlah besar itu mimpi, namun segalanya berubah ketika BRI hadir dengan penawaran program KUR-nya,” ujar Suradi saat ditemui di Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Sejak 2018, Suradi mengakses KUR BRI mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 juta. Dana tersebut ia gunakan untuk membeli kios tetap di Pasar Santa, meningkatkan kapasitas produksi, dan membangun jaringan pemasaran.

Hasilnya? Volume produksi melonjak dari sekadar ratusan kilogram menjadi satu ton per hari. Tak hanya itu, produknya kini diekspor ke Korea, Jepang, China, Bulgaria, dan Amerika.

“Dulu 90% pembeli dari luar negeri. Sekarang sudah 50:50 antara lokal dan internasional,” kata Suradi bangga.

Baca Juga: Kisah Sukses UMKM di Pasar Minggu, Kolaborasi KUR BRI dan Pendampingan Jadi Kunci Ekspansi

Bagi Suradi, KUR BRI bukan sekadar suntikan dana. Fasilitas pendukung seperti QRIS mempermudah transaksi dengan pelanggan, sementara pelatihan digital dari BRI membantunya mengoptimalkan pemasaran online. “Dulu bayar manual, sekarang cukup scan QR. Lebih efisien,” tuturnya.

Kepala Departemen Usaha Mikro BRI RO Jakarta 2, Erwin Sapari, menjelaskan bahwa KUR BRI dirancang untuk menjawab kebutuhan UMKM secara komprehensif. Selain bunga kompetitif (6% untuk KUR Mikro dan 9% untuk KUR Kecil), BRI memberikan pendampingan bisnis.

“Kami adakan pelatihan e-commerce, fasilitasi pameran, bahkan bantu perluas jaringan,” jelas Erwin. Program ini, menurutnya, telah membantu ribuan UMKM seperti Suradi untuk naik kelas.

Kesuksesan Dunia Kopi tidak hanya menguntungkan Suradi. Lebih dari 200 petani kopi di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi kini menjadi mitra tetapnya.

Suradi aktif memberikan pelatihan pascapanen untuk meningkatkan kualitas biji kopi. “Petani yang hasilkan kopi grade premium kami beri harga lebih tinggi. Ini memotivasi mereka,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X