Selepas Tahlil, Film Horor BION Studios Segera Rilis di Bioskop pada 10 Juli 2025

Photo Author
Uji Agung Santosa, Media 24
- Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:34 WIB
Konferensi Pers dan pemutaran teaser perdana Film Selepas Tahlil. (Uji Agung Santosa)
Konferensi Pers dan pemutaran teaser perdana Film Selepas Tahlil. (Uji Agung Santosa)

MEDIA24.ID, Jakarta - "Di malam kematian ayah mereka, Yudhis dan Saras bersiap untuk perpisahan yang tenang. Namun saat sang ayah tiba-tiba menghilang keesokan paginya, keduanya dihadapkan pada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Perjalanan yang membawa mereka kembali ke kampung halaman sang ayah. Di tengah usaha mereka memakamkan sang Ayah, perlahan rahasia yang selama ini tersembunyi justru terungkap. Perjalanan menguburkan sang ayah pun berubah menjadi pencarian akan pemahaman dan penerimaan".

Itulah tadi sepenggal sinopsis film terbaru BION Studios, unit bisnis dari Visinema Group, yang berjudul Selepas Tahlil. BION Studios sebelumnya telah merilis debut perdananya lewat film Ambyar Mak Byar pada tahun 2024. 

Film Selepas Tahlil merupakan film horor perdana BION Studios. Film ini dikatakan menjadi wujud komitmen Bion untuk terus menghadirkan konten hyperlocal yang relevan dengan tren dan fenomena masyarakat Indonesia.

Film ini terinspirasi dari salah satu podcast horor populer di Indonesia yaitu Lentera Malam. Dalam podcast, Selepas Tahlil menceritakan kisah jenazah bangkit dan berjalan sendiri dari Surabaya ke Lamongan.

Selepas Tahlil adalah drama sebuah keluarga yang mengalami serangkaian kejadian horor selepas kematian sang ayah. Hingga akhirnya mereka harus menghadapi rahasia yang selama ini tersembunyi.

“Selepas Tahlil secara konteks cukup banyak yang mengalami jadi bisa kita kembangin menjadi sebuah narasi cerita yang nggak cuman horor, ” kata Ajeng Parameswari, Produser Eksekutif film Selepas Tahlil, Jumat (23 Mei 2025).

Taufan Adryan selaku Produser dari film Selepas Tahlil mengatakan, kematian adalah suatu lowest point seseorang yang akhirnya juga punya pengaruh another lowest point kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Film ini disutradarai Adriano Rudiman (Goodnight Stargazer, Domikado, Melodialog) dan ditulis oleh Husein M. Atmodjo (Mencuri Raden Saleh). Produser film ini adalah Taufan Adryan (13 Bom di Jakarta, Story of Kale: When Someone’s in Love, Arini by Love.inc).

“Ini film horor pertama aku dan juga film panjang pertamaku, bahkan adalah kali pertamanya aku bekerja dengan orang-orang sehebat ini,” ujar Adriano Rudiman.

Horor dan Drama yang Menarik

Adriano menjelaskan, emosi yang ingin dibawa dalam cerita ini adalah bagaimana film Selepas Tahlil tidak hanya menyajikan sebuah cerita horor, tetapi menarik juga untuk diikuti dari segi cerita dramanya.

"Di mana kita mengeksplorasi dua orang anak yang harus menghadapi rahasia dari sang ayah, ” tambah Adriano Rudiman.

Cerita film Selepas Tahlil berfokus pada karakter Saras dan Yudhis yang dihadapkan pada serangkaian kejadian mistis setelah mengabaikan wasiat terakhir sang Ayah, Hadi, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Alih-alih dapat memberikan peristirahatan terakhir yang tenang, keduanya justru mengalami hal-hal di luar nalar. Mulai dari jasad sang Ayah yang tiba-tiba bangkit, hingga menghilang tanpa jejak di keesokan harinya. Peristiwa-peristiwa ini perlahan menuntun mereka pada rahasia yang selama ini tersembunyi.

Halaman:

Editor: Uji Agung Santosa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X