HOPE: Film Pendek Tentang Keadilan Sosial di Sumba Siap Menginspirasi Publik

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Selasa, 8 Oktober 2024 | 18:31 WIB
Film Hope (FotoL dok)
Film Hope (FotoL dok)

 

MEDIA24.ID - SAVID Media baru saja menyelesaikan produksi film pendek berjudul HOPE, yang mengangkat kisah perjuangan masyarakat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Diarahkan oleh David Tahir Setiawan, film ini mengangkat tema keadilan sosial dan realitas pahit yang dihadapi penduduk lokal, dari ketidaksetaraan gender hingga isu kepemilikan tanah.

David Tahir Setiawan mengungkapkan bahwa meskipun Pulau Sumba memiliki keindahan dan potensi besar, masyarakat setempat masih kerap terpinggirkan.

Salah satu ketidakadilan yang disorot adalah perampasan tanah oleh pihak asing, sementara warga lokal sering kali tidak bisa menggunakan tanah mereka sendiri.

"Sumba itu sangat indah, banyak potensi, tapi sayangnya masyarakat di sana menghadapi ketidakadilan yang tidak masuk akal," ujar David saat ditemui di Senayan Park, Jakarta, pada Selasa (8/10/2024).

Baca Juga: Pemberdayaan BRI Tingkatkan Skala Usaha Klaster Rumput Laut di Semaya, Nusa Penida

Film HOPE menggambarkan berbagai isu sosial yang masih dihadapi masyarakat Sumba, seperti pernikahan paksa, perbudakan, dan minimnya akses pendidikan, terutama bagi anak perempuan.

Dalam film ini, digambarkan bahwa hanya anak laki-laki yang diberi kesempatan untuk bersekolah, sementara anak perempuan dibatasi untuk melakukan pekerjaan rumah tangga.

David menuturkan bahwa HOPE bukan hanya sekadar film, melainkan bagian dari panggilan hatinya untuk meningkatkan kesadaran publik tentang kondisi masyarakat Sumba.

Melalui riset mendalam dan kunjungan langsung ke Sumba, ia menemukan banyak tradisi dan kesenjangan yang belum banyak diketahui orang.

"Saya melihat siswa-siswi di sana sangat ingin belajar, tapi peluang untuk mereka terbatas," jelas David.

Baca Juga: Jokowi Rencananya Pulang ke Solo untuk Istirahat Saat Pelantikan Prabowo-Gibran

HOPE tidak hanya berhenti sebagai film pendek, tetapi juga direncanakan akan dikirim ke berbagai festival film, baik nasional maupun internasional. Namun, agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas, film ini akan lebih dulu tayang di saluran YouTube SAVID Media.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X