MEDIA24.ID, JAKARTA – Anak-anak rentan terkena penyakit gondongan atau parotitis, meski mayoritas kasus bisa sembuh dengan sendirinya, namun ada yang menyebabkan komplikasi fatal.
Dokter Spesialis Anak RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta Ratni Indrawanti mengatakan gondongan adalah infeksi pada kelenjar ludah di bawah daun telinga yang disebabkan oleh virus paramyxovirus.
“Penderita merasakan gejala selama 16-18 hari,” ujar Ratni dalam siaran pers yang diterima Media24.id, Senin (21/10).
Gejala tersebut meliputi demam, pusing, badan tidak nyaman, terkadang disertai batuk atau muntah pada 2-3 hari pertama.
Selanjutnya adalah pembesaran kelenjar ludah yang terasa sakit.
Baca Juga: Segera Kunjungi! 5 Rekomendasi Tempat Wisata Menarik di Solo, Berikut Lokasinya
Pembesaran ini akan berlangsung 5-7 hari, bisa terjadi pada dua sisi leher. Setelah itu akan mengecil.
Menurut Ratni, mayoritas kasus bisa sembuh sendiri, tapi ada juga yang menyebabkan komplikasi dengan akibat fatal hingga menjalar ke otak dan menyebabkan radang.
Jika sudah terjadi radang maka gejala yang muncul adalah demam, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Selain itu gondongan juga bisa menyebabkan komplikasi lain, yaitu pneumonia dan pankreatitis atau peradangan pada pankreas.
Baca Juga: Hati-hati! BPOM Rilis 10 Produk Herbal Berbahaya Picu Kerusakan Jantung dan Gagal Ginjal
Penyakit ini juga bisa menyebabkan orchitis atau peradangan testis pada laki-laki dan ovaritis atau peradangan ovarium pada wanita.
Bagi ibu hamil, bahkan bisa menyebabkan komplikasi berat hingga keguguran, terutama jika terjangkit saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu.
Cara penularan
Menurut Ratni penularan penyakit ini mudah, sebagian ditularkan melalui droplet atau cipratan liur, saat bersin, berteriak, atau batuk.
Artikel Terkait
5 Cara Alami Memutihkan Gigi dengan Bahan Mudah Ditemukan
6 Tips Ampuh Menjaga Gigi Tetap Putih dan Sehat
Pentingnya Eksfoliasi Wajah untuk Kulit Sehat dan Bercahaya
Ini 3 Makanan yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Berbarengan dengan Singkong Rebus
Cegah Kanker, Kemenkes Dorong Masyarakat Rajin Periksa Kesehatan