Gondongan atau Parotitis Bisa Berbahaya bagi Anak, Picu Radang Otak, Ini Saran Dokter RSUP Dr Sardjito

Photo Author
Tiffany Sukotjo, Media 24
- Senin, 21 Oktober 2024 | 17:05 WIB
Ilustrasi: pemeriksaan kesehatan. Penyakit gondongan meski bisa sembuh sendiri bisa menyebabkan komplikasi berat.  ((Foto - Freepik) )
Ilustrasi: pemeriksaan kesehatan. Penyakit gondongan meski bisa sembuh sendiri bisa menyebabkan komplikasi berat. ((Foto - Freepik) )

MEDIA24.ID, JAKARTA – Anak-anak rentan terkena penyakit gondongan atau parotitis, meski mayoritas kasus bisa sembuh dengan sendirinya, namun ada yang menyebabkan komplikasi fatal. 

Dokter Spesialis Anak RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta Ratni Indrawanti mengatakan gondongan adalah infeksi pada kelenjar ludah di bawah daun telinga yang disebabkan oleh virus paramyxovirus.

“Penderita merasakan gejala selama 16-18 hari,” ujar Ratni dalam siaran pers yang diterima Media24.id, Senin (21/10). 

Gejala tersebut meliputi demam, pusing, badan tidak nyaman, terkadang disertai batuk atau muntah pada 2-3 hari pertama.

Selanjutnya adalah pembesaran kelenjar ludah yang terasa sakit.  

Baca Juga: Segera Kunjungi! 5 Rekomendasi Tempat Wisata Menarik di Solo, Berikut Lokasinya

Pembesaran ini akan berlangsung 5-7 hari, bisa terjadi pada dua sisi leher. Setelah itu akan mengecil. 

Menurut Ratni, mayoritas kasus bisa sembuh sendiri, tapi ada juga yang menyebabkan komplikasi dengan akibat fatal hingga menjalar ke otak dan menyebabkan radang.

Jika sudah terjadi radang maka gejala yang muncul adalah demam, kejang, hingga penurunan kesadaran. 

Selain itu gondongan juga bisa menyebabkan komplikasi lain, yaitu pneumonia dan pankreatitis atau peradangan pada pankreas

Baca Juga: Hati-hati! BPOM Rilis 10 Produk Herbal Berbahaya Picu Kerusakan Jantung dan Gagal Ginjal

Penyakit ini juga bisa menyebabkan orchitis atau peradangan testis pada laki-laki dan ovaritis atau peradangan ovarium pada wanita. 

Bagi ibu hamil, bahkan bisa menyebabkan komplikasi berat hingga keguguran, terutama jika terjangkit saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu. 

Cara penularan 

Menurut Ratni penularan penyakit ini mudah, sebagian ditularkan melalui droplet atau cipratan liur, saat bersin, berteriak, atau batuk.

Halaman:

Editor: Tiffany Sukotjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X