MEDIA24.ID - Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo, menekankan pentingnya revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, sebagai upaya pelestarian budaya dan pengembangan wisata berbasis sejarah.
Dalam diskusi bertajuk "Kebudayaan Dalam Demokrasi Kita" di Jakarta, Jumat, Giring menyebut kawasan ini sebagai pusat peradaban masa Kerajaan Melayu Kuno yang memiliki peran besar dalam sejarah kebudayaan Indonesia.
“Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi yang luasnya mencapai 3,9 hektare, terletak di tepi Sungai Batanghari, telah menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan sejak abad ke-7. Kawasan ini bahkan menjadi tempat belajar bagi para biksu Buddha Mahayana,” ungkap Giring.
Baca Juga: Iblis Dalam Kandungan 2: Deception Siap Tayang, Ini Jawaban dari Akhir Menggantung Film Pertama
Sungai Batanghari pada masa itu berfungsi sebagai jalur utama distribusi barang dan perjalanan, menjadikan kawasan ini sebagai pusat aktivitas ekonomi dan spiritual.
Revitalisasi yang mencakup delapan desa di Kecamatan Maro Sebo dan Taman Rajo ini tidak hanya bertujuan melestarikan situs sejarah, tetapi juga mengembangkan program edukasi dan ekosistem wisata berbasis budaya.
Kedelapan desa yang terlibat meliputi:
Desa Muara Jambi
Desa Danau Lamo
Dusun Baru
Desa Kemingking Luar
Desa Kemingking Dalam
Dusun Mudo
Artikel Terkait
Pesantren Punya Peranan Penting untuk Didik Generasi Bangsa
Widi Mulia Comeback di Film Horor, Iblis Dalam Kandungan 2 Deception, Siap Tayang 27 Februari 2025
Iblis Dalam Kandungan 2: Deception Siap Tayang, Ini Jawaban dari Akhir Menggantung Film Pertama