Menag Minta Arab Saudi Hapus Pembatasan Usia Jamaah Haji, Ini Usulan Penggantinya

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Rabu, 26 Februari 2025 | 17:38 WIB
Jemaah haji Indonesia mulai pulang ke tanah air (Foto/Dok/Kemenag)
Jemaah haji Indonesia mulai pulang ke tanah air (Foto/Dok/Kemenag)

MEDIA24.ID, JAKARTA-Pemerintah Arab Saudi membatasi usia jamaah yang dapat berangkat haji antara 12 dan 90 tahun. Namun Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta agar batas usia tersebut dihapus.

Ia mengusulkan agar faktor istitha'ah, atau kemampuan, jamaah haji dengan kondisi kesehatan digunakan sebagai ukuran daripada usia.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan langsung saran mengenai batas usia jamaah haji itu kepada Menteri Kesehatan Arab Saudi Fahad Abdulrahman Al-Jalajel, di Rumah Dinas Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Senin (24/2/2025).

Baca Juga: Syarat Istithaah Haji: Kriteria Wajib yang Harus Dipenuhi Calon Jamaah

"Kami meminta supaya kriteria untuk haji nanti adalah istitha'ah dari segi kesehatan, bukan dari segi umur," kata Menag Nasaruddin Umar.

Dia menyatakan, bahwa banyak jamaah haji di Indonesia yang kondisi fisiknya tetap baik dan mampu menjalankan ibadah haji dengan baik meskipun mereka sudah lebih tua.

"Karena di Indonesia ada orang yang lebih dari 90 tahun masih sangat kuat, dan ada juga yang kurang dari 90 tahun tapi sudah lemah," katanya.

Selain masalah usia, imam besar Masjid Istiqlal tersebut meminta penambahan kuota petugas haji Indonesia menjadi 4.000 orang, seperti yang dia lakukan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Banyak Lansia Masih Kuat Secara Fisik, Menag Minta Saudi Tidak Batasi Usia Jemaah Haji Indonesia

"Alasannya, kami bisa melayani masyarakat kami sendiri lebih mudah karena kami bisa berbicara dengan mereka dalam bahasa lokal mereka dan bahasa daerah mereka," ujarnya

Disebutkan bahwa keberadaan petugas Indonesia juga akan membantu pemerintah Arab Saudi mengelola jamaah.

Hal ini dimaksudkan untuk memberi petugas pemahaman yang lebih baik tentang kondisi jamaah asal Indonesia, sehingga mereka dapat menangani kebutuhan di lapangan dengan lebih cepat dan tepat.

"Jadi sebetulnya keberadaan petugas kami di sana juga untuk membantu pemerintah Saudi Arabia, supaya mereka tidak merepotkan mereka, karena kami lebih tahu masalah masyarakat kami daripada mungkin petugas Saudi Arabia," pungkasnya.

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jamaah Haji 2026 Dapat Uang Saku 750 Riyal

Selasa, 14 April 2026 | 08:20 WIB
X