MEDIA24.ID - Rabu, 5 Juni 2024, merupakan hari yang menyedihkan bagi jamaah haji Indonesia dan seluruh umat Islam di Tanah Air.
Menurut data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI, jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci saat ini telah mencapai angka 40 orang.
Dilansir dari Kemenag, mayoritas dari mereka yang telah meninggalkan kita adalah jamaah yang telah lanjut usia (lansia) dan memiliki risiko tinggi (risti). Mereka meninggalkan dunia saat sedang menjalankan ibadah haji, mengerjakan amalan terbaik yang menjadi impian seumur hidup mereka.
Serangan jantung merupakan penyebab kematian yang paling umum di antara jamaah yang telah berpulang.
Baca Juga: Kebijakan Baru Arab Saudi: Pembatasan Masuk untuk Pemegang Visa Ziarah Selama Musim Haji
Namun, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) telah bekerja keras untuk mendeteksi lebih dini pasien-pasien yang berisiko tinggi, terutama terkait dengan masalah jantung, dengan harapan dapat mengurangi risiko kematian di antara jamaah haji.
Dalam upaya menghormati dan menghargai perjalanan spiritual mereka, PPIH Arab Saudi menyediakan program badal Haji setiap operasional penyelenggaraan ibadah haji.
Ada tiga kelompok jamaah yang bisa dibadalkan, yaitu:
Baca Juga: Manfaat Susu Unta: Oleh-Oleh Khas Tanah Suci Makkah
Jamaah yang Wafat di Perjalanan: Mereka yang berpulang di embarkasi saat perjalanan ke Arab Saudi atau di Arab Saudi sebelum wukuf di Arafah.
Jamaah yang Tidak Dapat Melanjutkan Ibadah: Jamaah yang sakit dan tidak dapat melanjutkan perjalanan haji, termasuk dalam melaksanakan wukuf.
Artikel Terkait
7 Oleh-Oleh Khas Tanah Suci yang Wajib Dibawa Pulang, Bukan Hanya Air Zamzam Saja
Manfaat Susu Unta: Oleh-Oleh Khas Tanah Suci Makkah
Kebijakan Baru Arab Saudi: Pembatasan Masuk untuk Pemegang Visa Ziarah Selama Musim Haji