MEDIA24.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta, KH Faiz Syukron Makmun, mengingatkan umat Muslim untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Dalam sebuah podcast bersama komika Abdur, beliau menegaskan pentingnya mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada setiap individu.
Menurut Gus Faiz, seorang Muslim seharusnya tidak terlalu memikirkan rezeki atau takdir yang dimiliki oleh orang lain.
Ia mencontohkan bahwa seseorang mungkin memiliki kemewahan dalam kehidupannya, seperti rumah yang nyaman atau fasilitas mewah lainnya, namun belum tentu mereka bisa mendapatkan tidur yang nyenyak.
Hal ini menggambarkan bahwa tidur adalah anugerah dari Allah yang tidak bisa dibeli dengan materi.
Baca Juga: Hari Kenaikan Yesus Kristus 2024 Jatuh 9 Mei, Apakah Tanggal Merah?
Tak hanya itu, Gus Faiz juga menjelaskan bahwa setiap individu memiliki takdir yang berbeda-beda, sesuai dengan kebijaksanaan Allah SWT.
Oleh karena itu, tidak ada gunanya iri hati atau dengki terhadap takdir orang lain. Sebagai hamba Allah, seorang Muslim seharusnya merasa tenang dengan takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya.
Dalam konteks mensyukuri nikmat Allah, Gus Faiz juga menyoroti pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam buku Kumpulan Doa-Doa terbitan Kementerian Agama, terdapat doa khusus untuk mensyukuri nikmat Allah.
Doa tersebut mengandung permohonan kepada Allah untuk diberikan ilham agar senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya, serta dipermudah untuk melakukan kebajikan yang diridhai-Nya.
Anjuran untuk berdoa juga ditekankan oleh Buya H Muhammad Alfis Chaniago, yang menjelaskan bahwa doa adalah senjata bagi orang beriman.
Baca Juga: Tangisan Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib: Tiga Jenis dan Keutamaannya
Setiap kebutuhan manusia, baik besar maupun kecil, haruslah diarahkan kepada Allah SWT melalui doa. Allah SWT berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus dan ikhlas.
Namun, penting untuk diingat bahwa doa seharusnya ditujukan hanya kepada Allah SWT. Tidak ada satupun yang dapat mengabulkan doa manusia selain Allah. Oleh karena itu, manusia perlu menghindari menyembah selain Allah dan senantiasa memohon kepada-Nya dalam segala hal.
Artikel Terkait
Apa Beda Hari Kebangkitan Yesus Kristus dan Kenaikan Yesus Kristus? Simak di Sini!
Jadwal Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2024
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2024 Jatuh 9 Mei, Apakah Tanggal Merah?
Tangisan Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib: Tiga Jenis dan Keutamaannya