MEDIA24.ID, JAKARTA — Hamas, Jihad Islam dan Otoritas Palestina menyambut baik resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menciptakan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan resolusi DK PBB ini adalah arah yang benar untuk mengakhiri penderitaan rakyat di Jalur Gaza.
“Presiden Palestina menganggap penerapan resolusi ini sebagai langkah ke arah yang benar untuk mengakhiri perang terhadap rakyat kami di Jalur Gaza,” kata kantor Presiden Palestina dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Arabnews.
Demikian juga Hamas, dalam pernyataannya, organisasi ini siap bekerja sama dengan mediator dalam melaksanakan prinsip-prinsip rencana tersebut.
Baca Juga: Raja Salman Undang Lagi 1.000 Muslim Palestina Tunaikan Ibadah Haji Tahun ini
Sebelumnya Hamas menyatakan sudah menerima kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza. Tapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertekad melanjutkan perang melawan Hamas.
“Hamas menyambut baik apa yang termasuk dalam resolusi Dewan Keamanan yang menegaskan gencatan senjata permanen di Gaza,” ujar mereka.
“Penarikan penuh (pasukan Israel), pertukaran tahanan, rekonstruksi, pemulangan pengungsi ke wilayah tempat tinggal mereka, penolakan terhadap perubahan atau pengurangan demografi apa pun di wilayah Jalur Gaza, dan pengiriman bantuan yang diperlukan kepada rakyat kami di Jalur Gaza,” lanjut mereka.
Saleh bin Hamad Al-Tuwaijri, Sekretaris Jenderal Bulan Sabit Merah dan Palang Merah Arab menyambut baik baik resolusi tersebut. Dia mengatakan bahwa gencatan senjata akan “mengakhiri hilangnya nyawa” dan “membuka jalan bagi perdamaian,” jalan bagi kembalinya para pengungsi ke rumah asal mereka di Jalur Gaza.”
Baca Juga: Doa Mustajab untuk Palestina: Memohon Perlindungan di Tengah Kezaliman
Dia meminta masyarakat internasional untuk lebih intensif mengirim bantuan kemanusiaan dan pembangunan bagi warga Jalur Gaza yang menjadi pengungsi akibat perang.
Presiden AS Joe Biden mengatakan gencatan senjata dilakukan secara bertahap hingga akhirnya mengakhiri perang secara permanen.
Namun Israel mengatakan pihaknya hanya akan menyetujui jeda sementara sampai Hamas dikalahkan.
Sementara Hamas membantah bahwa pihaknya tidak akan menerima kesepakatan yang tidak menjamin perang akan berakhir.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB Paksa Israel Patuhi Putusan ICJ, Konsisten Bela Palestina di Semua Kesempatan
Menlu Retno Marsudi : All Eyes on Rafah, Kondisi Palestina Makin Memburuk
Sebut Palestina Aman, Gus Iqdam Klarifikasi Setelah Dihujat Warganet
Raja Salman Undang Lagi 1.000 Muslim Palestina Tunaikan Ibadah Haji Tahun ini