MEDIA24.ID – Otoritas Korea Selatan mengumumkan 177 penumpang dan awak tewas, dua luka-luka, setelah pesawat milik maskapai Jeju Air jatuh di Bandara Internasional Muan pada Minggu (29/12).
Kantor Berita Yonhap melaporkan pejabat Damkar Jeolla sudah memberitahukan pada pihak keluarga bahwa dari 181 penumpang besar tewas kecuali dua orang awak pesawat yang berhasil diselamatkan.
Baca Juga: Update Korban Kecelakaan Jeju Air Bertambah Jadi 62 Orang, Evakuasi Masih Berlanjut
Pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air dengan 181 penumpang, termasuk enam awak, terbakar saat mendarat setelah mengalami masalah pada roda pendaratan.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 9 : 07 pagi waktu setempat (0007GMT) di wilayah Muan, 288 kilometer barat daya Seoul.
Pesawat meluncur di tanah tanpa roda pendaratan keluar dari landasan pacu dan menabrak pagar sebelum akhirnya menghantam dinding yang disertai ledakan dan terbakar.
Baca Juga: Tema Emansipasi Perempuan Sering jadi Kontroversi pada Film Korea, Mengapa?
Pesawat tersebut kembali dari Bangkok, Thailand.
Penumpang terdiri atas 93 wanita dan 82 pria, yang berusia antara tiga hingga 78 tahun.
Ini adalah insiden paling mematikan dalam sejarah penerbangan Korea Selatan, setelah kecelakaan Korean Air pada 1997 di Guam, yang menewaskan 225 orang.
Rekaman media lokal memperlihatkan pesawat itu meluncur di landasan pacu, dilalap api dan pecah berkeping-keping.
Menurut pihak berwenang, menara pengawas bandara telah memperingatkan adanya serangan burung, satu menit sebelum pesawat mendarat darurat.
Dua awak ditemukan selamat berada di bagian ekor, mereka kini dirawat di rumah sakit Seoul.
Artikel Terkait
Penemu Pesawat Jet Pertama di Dunia: Sir Frank Whittle vs. Hans Von Ohain
Kok Penumpang Pesawat Tidak Naik dan Turun dari Sisi Kanan? Begini Alasannya
Ini Letak Kursi Paling Aman saat Naik Pesawat, tapi...
Tema Emansipasi Perempuan Sering jadi Kontroversi pada Film Korea, Mengapa?