BNPB : Modifikasi Cuaca di Kawasan Puncak untuk Tangani Banjir di Jabodetabek

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Rabu, 5 Maret 2025 | 05:23 WIB
Tim BPBD Kab Bogor mengevakuasi warga dan melalukan pembersihan pasca banjir, Senin (3/3).  (foto: BPBD Kab Bogor)
Tim BPBD Kab Bogor mengevakuasi warga dan melalukan pembersihan pasca banjir, Senin (3/3). (foto: BPBD Kab Bogor)

MEDIA24.ID,JAKARTA-Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan, pihaknya melakukan modifikasi cuaca di kawasan Puncak Bogor sebagai langkah penanganan banjir di wilayah Jabodetabek. 

"Untuk mengurangi intensitas pemicu bencananya, yaitu intensitas hujannya, per hari ini, tadi pagi kita sudah mulai operasi modifikasi cuaca khusus di daerah Jabodetabek dengan target sasaran di kawasan hulu," kata Abdul dalam keterangannya, Selasa (4/2/2025). 

Menurutnya, banjir di kawasan Jabodetabek saat ini didominasi banjir kiriman dari kawasan hulu atau Puncak Bogor. 

Baca Juga: Dedi Mulyadi Berikan Solusi ke Warga Daerah Langganan Banjir di Karawang

Karena itu, fokus yang dilakukan oleh BNPB adalah untuk mengurangi intensitas hujan di kawasan hulu tersebut. 

Abdul berharap, modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB bisa berdampak signifikan pada penanganan banjir yang terjadi di kawasan Jabodetabek.

"Ini (modifikasi cuaca) sudah berjalan, kita harapkan ada signifikansinya dalam satu hari ini," katanya. 

Baca Juga: Kurangi Dampak Banjir di Jabodetabek, Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Abdul menuturkan, apabila dampak modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini masih kurang signifikan, pihaknya akan menambah upaya. 

"Kalaupun misalkan kurang signifikan, kita akan tambahkan lagi armada untuk besok supaya ini bisa secara signifikan mengurangi intensitas hujan," ujarnya. 

Selain melakukan penanganan di kawasan hulu dengan modifikasi cuaca, BNPB juga melakukan penanganan banjir untuk kawasan hilir. 

"Untuk hilirnya, ini ada masyarakat yang terdampak, ada daerah terendam, maka prioritas utama adalah evakuasi dan penyelamatan warga," ujarnya. 

Abdul mengatakan, langkah yang dilakukan BNPB di kawasan hilir yakni dengan membantu pemenuhan logistik makanan dan nonmakanan bagi warga yang terdampak banjir. 

"Karena ini juga bulan puasa, pasti masyarakat membutuhkan buka puasa, dan buat mereka nanti yang akan tingal sementara di tempat evakuasi, tentu saja butuh sahur dan seterusnya," ujar Abdul. 

Halaman:

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X