MEDIA24.ID, JAKARTA - Dua Dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER) Agus Abdullah, dan Waskito Pranowo, mengembangkan teknologi "Centre Radial Detection pada Proses Layer-Based Filter Data Seismik."
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kejernihan sinyal seismik dengan memisahkan data utama dari gangguan yang muncul selama survei.
"Ketika menganalisis data seismik, sering kali muncul gangguan yang membuat gambar hasil pemetaan menjadi kurang jelas dan sulit dibaca. Hal ini dapat menghambat proses pencarian cadangan minyak," Jelas Agus dalam keterangan pers yang diterima Media24.id, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga: Ditjen PAUD Dasmen Mulai Sosialisasikan SPMB 2025 ke Pemda dan Dinas Pendidikan Seluruh Indonesia
"Untuk mengatasi masalah tersebut, kami mengembangkan metode yang mampu memisahkan data utama dari gangguan, sehingga hasilnya lebih akurat dan lebih mudah diinterpretasikan. Teknologi ini kami kembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis pemrograman Python, sehingga dapat digunakan dengan lebih praktis dan efisien," tambah Agus.
Lebih lanjut, Agus dan Waskito, sebagai peneliti, mengusulkan penggunaan filter layer-steered untuk mengurangi gangguan (noise) dalam analisis seismik. Metode ini dirancang agar dapat secara selektif menghilangkan gangguan tanpa merusak data utama, sehingga hasil pemetaan seismik menjadi lebih jelas dan akurat.
Untuk memastikan keberhasilan pengembangan metode ini, Agus dan Waskito juga berkolaborasi dengan Technology Development I, PT Pertamina Persero. Hasilnya, metode pemisahan noise dari data seismik yang mereka kembangkan mampu meningkatkan akurasi denoising hingga 90%–95%. "Metode ini telah terbukti efektif dan kini sudah digunakan oleh industri dalam negeri," tambah Agus.
Baca Juga: Dukung Keberlanjutan Perikanan, Mahasiswa UPER Rancang Prototipe Bisnis Hasil Tangkap Laut
Berkat inovasi tersebut, Agus Abdullah, dan Waskito Pranowo, berhasil mendapatkan hak paten atas metode yang mereka kembangkan. Pengakuan ini menegaskan bahwa teknologi pemisahan noise dalam data seismik yang mereka ciptakan memiliki nilai ilmiah dan manfaat nyata bagi industri eksplorasi minyak dan gas.
Ke depan, Agus dan Waskito berambisi untuk mengembangkan metode ini ke dalam dimensi tiga (3D), yang memungkinkan pemetaan yang lebih detail dan akurat tentang cadangan minyak bumi. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih dalam upaya meningkatkan eksplorasi cadangan minyak bumi dan memberikan dampak efisien dan efektivitas dalam biaya operasional.
Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir M.S., IPU., mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh Dosen Prodi Teknik Geofisika UPER.
"Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan dalam eksplorasi minyak, kami berharap teknologi ini dapat menjadi solusi yang efisien untuk meningkatkan produksi energi dalam negeri," kata Prof. Wawan.
"Selain itu, pengembangan berbasis riset ini mencerminkan kekuatan Universitas Pertamina sebagai institusi yang unggul dalam pendidikan dan penelitian di bidang teknologi dan bisnis energi. Dengan inovasi ini, UPER dapat terus berkontribusi dalam menghadirkan solusi yang lebih inovatif dan berkelanjutan," pungkasnya. ***