MEDIA24.ID, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak media nasional untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi zakat guna mendorong kesadaran masyarakat dalam berzakat.
Dalam acara Ngobrol Zakat Bersama BAZNAS Media Center (BMC), peran media dinilai strategis dalam memperluas pemahaman zakat sebagai instrumen kesejahteraan bagi mustahik (penerima zakat).
“Media adalah garda terdepan edukasi publik. Melalui pemberitaan yang masif dan tepat, masyarakat akan memahami esensi zakat tidak hanya sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai solusi pengentasan kemiskinan,” ujar Sekretaris Utama BAZNAS, H. Subhan Cholid.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya BAZNAS memperluas jangkauan program zakat produktif, seperti pendampingan UMKM mustahik dan beasiswa pendidikan, yang membutuhkan dukungan publik. Kolaborasi dengan media diharapkan mempercepat tercapainya target inklusi zakat nasional.
Subhan Cholid juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada media atas peran besarnya dalam mendukung syiar zakat di Indonesia. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam memastikan bahwa informasi mengenai zakat sampai ke masyarakat secara akurat dan terpercaya.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan media. Tanpa peran media, para muzaki tidak akan mengetahui bagaimana dana yang mereka titipkan dikelola oleh BAZNAS," terang Subhan.
Baca Juga: Kemenag Salurkan Beasiswa Zakat Indonesia untuk Mahasiswa PTKIN dan PTN
"Jika tidak ada informasi yang transparan, muzaki bisa ragu dan tidak yakin bahwa dana zakat, infak, sedekah, dan donasi lainnya benar-benar dikelola dengan baik. Berkat peran media, masyarakat semakin teredukasi dan mempercayakan zakatnya kepada BAZNAS,” lanjutnya.
Subhan juga menyoroti perbedaan besar antara pekerjaan di bidang zakat dengan tugasnya sebelumnya di sektor haji. Menurutnya, jumlah pekerjaan dalam pengelolaan zakat jauh lebih banyak dan kompleks karena mencakup aspek penghimpunan, pengelolaan, hingga penyaluran dana kepada yang berhak menerimanya.
“Jika berbicara tentang jumlah pekerjaan, zakat memiliki lebih banyak aspek. Dana zakat harus dihimpun sendiri, dan cara untuk mengumpulkan dana tersebut memerlukan strategi yang tepat serta usaha yang tidak sedikit,” tambahnya.
Subhan menegaskan,transparansi dalam pengelolaan zakat menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
"Peran media sangat penting dan berpengaruh dalam mengedukasi masyarakat. Berkat publikasi yang baik, masyarakat semakin yakin bahwa dana zakat yang mereka salurkan benar-benar membawa manfaat bagi yang berhak," ujar Subhan.
Lebih lanjut, Subhan menegaskan, tema BAZNAS tahun ini, 'Cahaya Zakat', mengandung makna mendalam bagi rekan-rekan media di BMC yang telah berkontribusi dalam syiar zakat.