MEDIA24.ID, JAKARTA - Mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalibata saat ini tengah berkonflik dengan Yayasan Mitra Berkat Nusantara (MBN).
Yayasan MBN yang bertugas mengurusi MBG di lapangan, diklaim tidak memberikan uang pembayaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ira Mesra, pengelola dapur MBG Kalibata mengungkapkan adanya tunggakan pembayaran yang membuat kerugian hampir Rp1 miliar, yakni Rp975.375.000.
Baca Juga: Dugaan Pengacara Bawa Senpi saat Kecelakaan, Polisi Ungkap Tersangka Positif Gunakan Narkoba
Selain itu, pihak Ira juga mengungkapkan bahwa ada pemangkasan anggaran tiap porsi yang dilakukan oleh Yayasan MBN dan berbeda dari kontrak.
Diklaim oleh pengacara dapur MBG Kalibata, Danna Harly, dalam kontrak antara Ira dengan Yayasan MBN, harga makanan tiap porsi untuk semua jenjang adalah Rp15.000.
Namun, saat program berjalan, yayasan menurunkan harga secara sepihak menjadi Rp13.000 untuk PAUD, TK, dan SD kelas 1 hingga 3 setiap porsinya.
Sedangkan untuk kelas 4 hingga 6, harga makanannya adalah Rp15.000.
Baca Juga: KSAL Akui Indonesia Belum Punya Sensor Keamanan Bawah Laut
Harga baru tersebut juga masih dipangkas Rp2.500, sehingga pihak dapur hanya mendapatkan harga makanan Rp10.500 per porsi.
Mengenai perbedaan harga, Yayasan MBN memberikan klarifikasi dengan menyatakan bahwa sudah sesuai dengan kontrak.
“Menyangkut angka Rp15.000 atau Rp12.000 atau sekian-sekiannya, sudah tertuang dalam kontrak ya,” ujar kuasa hukum Yayasan MBN, Timoty Ezra Simanjuntak saat konferensi pers pada 25 April 2025 lalu.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Jabodetabek untuk 29-30 April 2025, Jakarta Hujan Ringan dan Bogor Hujan Sedang
Ezra mengatakan kalau ada perbedaan dalam kontrak dan lapangan yang memang harus dicari jalan tengahnya.
“Tapi harus dipahami di dalam kontrak dan pelaksanaan pasti ada perbedaan, nah itu yang lagi kami cari jalan keluarnya melalui data pendukung,” tambahnya.
“Kita tetep based on contract, gitu,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Soroti Pengurangan Nilai Makanan dan SPPG, KPK Terima Bocoran Praktik Pilih Kasih di Dapur MBG
Terkait Laporan KPK, Kepala BGN Beri Respon Soal Anggaran MBG Menjadi Rp8.000
Pemerintah Dorong Industri dalam Negeri, Luhut Tegaskan Larang Penggunaan Tempat Makan Impor untuk MBG
Viral! Menteri PPN Sebut MBG Lebih Mendesak Daripada Lapangan Pekerjaan, Warganet Respon Ini
Disoroti Pemimpin Dunia, Ini Tantangan dan Percepatan Program MBG