Deteksi Dini dengan Teknologi Canggih AI, Menkes Soroti Penyakit Kanker di Indonesia

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Kamis, 29 Mei 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi Kemenkes melakukan pengembangan menggunakan artificial intelligence (AI) untuk terapi dan diagnosis kanker (Healthline)
Ilustrasi Kemenkes melakukan pengembangan menggunakan artificial intelligence (AI) untuk terapi dan diagnosis kanker (Healthline)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Seiring dengan perkembangan teknologi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini juga melakukan pengembangan menggunakan artificial intelligence (AI) untuk terapi dan diagnosis kanker.

Untuk mewujudkan diagnosis kanker, ada kerja sama yang dilakukan oleh PathGen, penyedia layanan diagnostik molekuler di Indonesia dengan Perthera, perusahaan Amerika Serikat yang bergerak di bidang onkologi berbasis AI.

Menyoroti persoalan penyakit kanker di Indonesia, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sudah seharusnya ada pemeriksaan untuk deteksi dini.

Karena itu, menurutnya dengan teknologi ini diharapkan ada diagnosis dini untuk pencegahan dan bisa melakukan terapi lebih awal.

“Bagaimana masyarakat diedukasi bahwa penyakit ini kalau ketemu harus dideteksi dini lebih awal karena teknologinya berkembang,” ujar Menkes Budi kepada awak media di Hotel Fairmont pada Senin, 12 Mei 2025.

Ia menambahkan dengan bantuan teknologi, ada kemungkinan kesembuhan yang lebih tinggi tetap harus berbarengan dengan deteksi dini yang dilakukan.

“Kesembuhannya sudah tinggi, tapi harus deteksi dini orang-orang,” imbuhnya.

Budi juga menyoroti tentang ketakutan melakukan pemeriksaan awal karena hasilnya, padahal jika ada sel kanker dalam tubuh, bisa langsung dilakukan pengobatan yang sesuai.

“Perempuan kan suka bilang, ‘Aduh aku takut menerima kenyataan,’ justru yang berbahaya karena ketahuan di stadium 1, teknologi sekarang kayak breast cancer nomor satu pembunuh itu 90 persen bisa sembuh,” tandasnya.

Kerja sama ini juga nantinya akan membuat AI untuk bisa merekomendasikan obat dan terapi yang tepat untuk perawatan pasien kanker.***

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X