Pemerintah Pastikan Wisata di Raja Ampat Tetap Aman di Tengah Isu Tambang dan Penutupan Akses

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 17:57 WIB
wisata keren untuk liburan di Raja Ampat yang sayang banget buat dilewatkan
wisata keren untuk liburan di Raja Ampat yang sayang banget buat dilewatkan

MEDIA24.ID, NASIONAL — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di seluruh destinasi unggulan nasional, termasuk Raja Ampat.

Hal ini disampaikan menyusul adanya dinamika di lapangan seperti penutupan sementara akses ke Pulau Wayag dan Manyaifun Batangpele, serta munculnya pro-kontra terkait isu tambang nikel di wilayah tersebut.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan bahwa aktivitas pariwisata di Raja Ampat tetap berlangsung dalam situasi yang terkendali.

Baca Juga: Warga Mau Ikut Upacara HUT ke-498 Jakarta di Monas, Cek Syarat dan Ketentuannya!

"Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan siap mengambil langkah-langkah adaptif untuk mendukung masyarakat lokal, agar tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan pariwisata yang berdaya tahan dan inklusif. Jadi, wisatawan tetap aman berkunjung ke Raja Ampat," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenparekraf telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), aparat keamanan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam koordinasi ini, Kemendagri memberikan arahan langsung kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk memperkuat sinergi antar-lembaga dan masyarakat dalam menjamin keamanan destinasi.

Dikenal sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Nasional Prioritas, Raja Ampat juga tercatat dalam daftar UNESCO Global Geoparks (UGGp). Pemerintah kini tengah menyiapkan arah kebijakan jangka panjang melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2024 tentang Rancangan Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) Raja Ampat.

Kebijakan ini menempatkan Raja Ampat sebagai model High Quality Sustainable Tourism yang mengedepankan keseimbangan antara kelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi lokal, dan pelestarian budaya.

Baca Juga: Simak! Syarat Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta, Berlaku Mulai 14 Juni 2025

Meski beberapa area mengalami pembatasan akses, Menteri Widiyanti memastikan bahwa wisatawan tetap dapat mengeksplorasi banyak lokasi eksotis lainnya.

“Di luar Wayag dan Batangpele, masih ada pulau dan spot diving seperti Manta Point, Cross Wreck, Cape Kri, dan Blue Magic, yang dapat dieksplor keindahannya oleh wisatawan," jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah untuk menjaga nama baik Raja Ampat sebagai ikon pariwisata kelas dunia.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia, serta memperkuat posisi Raja Ampat di mata wisatawan global,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X