MEDIA24.ID, JAKARTA – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dinilai sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan harmoni antarumat beragama di Indonesia.
Hal ini ditegaskan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pembukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) FKUB Kementerian Agama di Tangerang, Banten, Rabu (6/8/2025).
“Alhamdulillah, pertemuan ini luar biasa. FKUB inilah yang akan menjadi perisai kerukunan kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar di hadapan ratusan peserta Silatnas FKUB.
Baca Juga: Beri Akses Pendidikan Berkualitas, Menag Apresiasi Program Madrasah Layak Belajar BAZNAS
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Kerukunan Umat Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarumat beragama sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat kerukunan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Menag menekankan bahwa FKUB telah terbukti sebagai pihak yang paling tanggap dan efektif dalam menyelesaikan persoalan keagamaan di masyarakat.
“Semakin kuat daya kerja FKUB, semakin stabil bangsa kita. Saya mengimbau semua pihak, khususnya pemerintah daerah, untuk memberikan dukungan nyata,” tegasnya.
Baca Juga: Menuju Indonesia Emas 2045, Kemenag Regenerasi 200 Pendakwah Muda untuk Menjawab Tantangan Zaman
Dukungan tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui penyediaan ruang dan fasilitas memadai bagi FKUB dalam menjalankan program-programnya.
Hal ini dinilai krusial mengingat kompleksitas tantangan kebangsaan ke depan, termasuk isu radikalisme, intoleransi, dan kesenjangan sosial yang berpotensi memicu konflik.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyoroti pentingnya komunikasi terbuka antarumat beragama sebagai instrumen pencegahan konflik, khususnya dalam isu pendirian rumah ibadah.
“Banyak ketegangan di masyarakat bukan lahir dari perbedaan keyakinan, melainkan dari miskomunikasi dan ketertutupan ruang dialog,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa rumah ibadah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol spiritualitas yang memerlukan pendekatan inklusif dan partisipatif.
Untuk memperkuat hal ini, Kemenag tengah mengembangkan Early Warning System (EWS) berbasis relasi sosial dan kepekaan antariman, dengan FKUB sebagai simpul utamanya.