MEDIA24.ID, NASIONAL - IGK Manila, tokoh kelahiran Singaraja, Bali, pada 8 Juli 1942, dikenal sebagai sosok yang memiliki perjalanan panjang dalam pengabdian kepada bangsa.
Karier militernya di tubuh TNI Angkatan Darat membawanya hingga meraih pangkat terakhir Mayor Jenderal.
Sepanjang pengabdiannya, IGK terlibat dalam berbagai operasi penting, mulai dari Operasi Penumpasan G-30S/PKI (1965), Operasi Dwikora (1966), Operasi PGRS (1967), hingga Operasi Ganesha (1982).
Selain kiprah militer, IGK Manila juga memberikan kontribusi besar di bidang olahraga nasional. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua BWSI PSSI pada 2007, manajer olahraga Persija Jakarta, hingga Direktur Akademi Olahraga Indonesia (AKORIN).
Baca Juga: IGK Manila, Gubernur ABN Partai NasDem dan Mantan Manajer Timnas Indonesia, Tutup Usia
Perannya mencerminkan dedikasi kuat untuk membangun kualitas olahraga Tanah Air.
Atas jasa dan pengabdiannya, IGK menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Satya Lencana GOM VIII, Satya Lencana Wira Dharma, Satya Lencana Penegak, Satya Lencana Kesetiaan VII Tahun, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Seroja, hingga Satya Lencana Bintang Yudha Darma.
Jejak panjang IGK Manila, baik di dunia militer maupun olahraga, menjadikannya sosok yang patut dikenang sebagai figur pengabdi bangsa yang konsisten menjaga semangat perjuangan dan dedikasi demi kemajuan Indonesia.
Artikel Terkait
Polemik Royalti Musik: Tidak Semua Lagu Wajib Bayar, Ini Daftar yang Bebas Digunakan
Harga Emas Antam Turun, Buyback Ikut Melemah
IGK Manila, Gubernur ABN Partai NasDem dan Mantan Manajer Timnas Indonesia, Tutup Usia