Viral Tepuk Sakinah, Ini Dia Sosok Penciptanya

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Jumat, 26 September 2025 | 16:55 WIB
Peragaan Tepuk Sakinah  (Tangkapan layar video Instagram/KUA Menteng)
Peragaan Tepuk Sakinah (Tangkapan layar video Instagram/KUA Menteng)

MEDIA24.ID, JAKARTA-Tepuk Sakinah mendadak viral dan menjadi bahan pembicaraan hangat, terutama di berbagai platform media sosial.

Gerakan sederhana namun penuh makna ini ramai dipraktikkan, ditirukan, bahkan dihafalkan oleh ribuan pengguna TikTok.

Salah satu video unggahan akun @kuawongsorejo menjadi titik pemicu kehebohan yang membuat gerakan Tepuk Sakinah viral.

Baca Juga: Viral Disebut Pengganti Kapolri, Begini Penjelasan Komjen Suyudi

Video berdurasi singkat itu memperlihatkan bagaimana “Tepuk Sakinah” dilakukan dengan penuh semangat.

KUA Menteng pun mengunggah video gerakan Tepuk Sakinah secara lengkap yang diperagakan oleh pegawai Kementerian Agama.

Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut meledak di jagat maya, masuk ke FYP, dan sukses membuat netizen penasaran, apa sebenarnya makna di balik tepuk ini dan siapa penciptanya?

Salah satu sosok yang berada di balik lahirnya “Tepuk Sakinah” adalah Prof Alimatul Qibtiyah, seorang akademisi bergelar Guru Besar Kajian Gender di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Instruktur Nasional Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama RI.

Baca Juga: Kemenag Serahkan Beasiswa Zakat Indonesia pada 153 Mahasiswa dan Resmikan 35 Titik Kampung Zakat

Ia bukan hanya seorang dosen atau peneliti, melainkan juga penggagas berbagai metode kreatif agar nilai-nilai keluarga sakinah mudah dipahami dan diterima oleh calon pengantin.

Menurut Prof Alimatul, Tepuk Sakinah pertama kali lahir pada tahun 2018 dalam sebuah workshop dan refleksi pelatihan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Bali.

Saat itu, para instruktur mencari cara agar materi yang biasanya berlangsung hingga 16 jam dalam dua hari tidak terasa membosankan.

Dari situlah lahir ide untuk membuat ice breaking berupa tepukan ritmis yang menyenangkan, tetapi sarat pesan moral.

Uniknya, gerakan tepuk ini bukan sekadar untuk bersenang-senang.

Halaman:

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X