MEDIA24.ID, JAKARTA - Kasus keracunan program prioritas dari Pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan banyak pihak.
Badan Gizi Nasional (BGN) pun melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian untuk pengawasan program prioritas pemerintah yaitu MBG.
Salah satunya adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang turut bergabung untuk mengontrol jalannya MBG.
- Update Data Keracunan MBG
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa korban keracunan karena MBG selalu dilaporkan dari Kemenkes ke BGN.
Data tersebut berasal dari jaringan Puskesmas di Indonesia yang kemudian dikumpulkan dan diverifikasi oleh BGN.
“Sudah ada datanya, sudah kita share sama BGN. Nanti yang mengeluarkan BGN, tapi datanya kita tiap hari sudah masuk,” kata Menkes Budi di Kompleks Istana, Jakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Menurut Budi, data dari Puskesmas itu selalu diperbarui secara rutin setiap harinya dan dicocokkan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Jadi sekarang tinggal dicocokin SPPG-nya, SPPG yang mana. Kan kami dapat di Puskesmasnya kemudian kami udah link ke sekolahnya karena kami screening SPPG-nya dan ini memang utamanya di BGN,” imbuhnya.
- Publikasi Data Kewenangan BGN
Mengenai transparansi data, Budi mengatakan bahwa hal tersebut menjadi ranah dari BGN.
“Nanti BGN yang buka, nanti kita atur biar dibuka,” tambahnya.
Sistem publikasi data, kata Budi akan dibahas lebih lanjut bersama dengan beberapa pihak terkait lainnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Rapat Evaluasi Program MBG
Soroti Kasus Keracunan MBG, Pemerintah Putuskan untuk Menutup Sementara Dapur SPPG
Dapur Umum MBG di Pamoyanan Bogor Selatan Diresmikan, Siap Layani Ribuan Anak dan Ibu Hamil
Kasus Keracunan MBG Meningkat, Kemenkes Pantau Bahan Baku hingga Efektivitas Program
Catat! Kemenkes Buka Hotline Keracunan MBG, Ini Nomor yang Bisa Dihubungi