BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk Reduksi Hujan Ekstrem

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Sabtu, 29 November 2025 | 12:15 WIB
Kepala BNPB Pimpin Penanganan Darurat Sumut dari Tarutung (Foto: BNPB)
Kepala BNPB Pimpin Penanganan Darurat Sumut dari Tarutung (Foto: BNPB)

MEDIA24.ID, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang dalam beberapa hari terakhir melanda wilayah Sumatera.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC dilakukan untuk mendukung mitigasi dan penanganan darurat di lapangan.

Baca Juga: Indonesia Juara Umum ASEAN School Games 2025, Koleksi 42 Emas dan Pecahkan Rekor Nasional

“Operasi lintas kementerian dan lembaga ini bertujuan mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana dengan mengalihkan awan hujan ke wilayah yang lebih aman,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Operasi modifikasi cuaca di Aceh mulai dilaksanakan pada Jumat menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda.

Sementara di Sumatera Utara, OMC telah berjalan lebih awal sejak Kamis (27/11) dari Posko Bandara Kualanamu, dengan empat sortie penerbangan yang membawa total 3.200 kilogram bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh, dan Sumbar: 174 Tewas, Puluhan Hilang, Akses Transportasi Lumpuh

Untuk Sumatera Barat, pelaksanaan OMC dijadwalkan dimulai pada Sabtu (29/11) menggunakan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.

Muhari menegaskan bahwa intervensi ini sangat krusial mengingat kondisi darurat yang tengah dihadapi. Hujan ekstrem telah memicu banjir luas di Aceh, meningkatkan potensi longsor dan banjir bandang di berbagai wilayah Sumatra Utara, serta menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan kawasan permukiman di Sumatra Barat.

Ia menambahkan bahwa BNPB terus berkomitmen memperkuat mitigasi risiko bencana demi keselamatan masyarakat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Mabes Polri Kirim Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar: Prioritas untuk Korban Bencana dan Evakuasi

Sebagai langkah pendukung, BNPB juga menyediakan layanan call center khusus bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatra. Warga dapat menyampaikan laporan atau kebutuhan darurat melalui nomor 0811-6164-5500 lewat pesan teks atau WhatsApp.

Dengan OMC yang kini berjalan di tiga provinsi, pemerintah berharap dapat menekan dampak cuaca ekstrem sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X