Pramono Anung Beri Kesempatan Terakhir untuk PPSU Terkait Kasus Laporan AI di JAKI

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Kamis, 16 April 2026 | 14:25 WIB
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung, menyapa warga Jakarta yang hadir dalam acara 'Ngopi Bareng Mas Pram' (Gunawan Daulay)
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung, menyapa warga Jakarta yang hadir dalam acara 'Ngopi Bareng Mas Pram' (Gunawan Daulay)

MEDIA24.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memberikan kesempatan kedua kepada Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang terlibat dalam kasus unggahan laporan berbasis kecerdasan buatan (AI) di aplikasi JAKI.

Namun, ia menegaskan bahwa kesempatan ini merupakan yang terakhir bagi mereka untuk tetap bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri kegiatan townhall meeting bersama PPSU dan jajaran Pemprov DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Rabu.

Baca Juga: Transjakarta Terapkan Booking Kursi Royaltrans di Lokasi, Solusi Atasi Antrean dan Penumpang

Ia mengungkapkan bahwa tiga petugas telah dijatuhi sanksi berupa Surat Peringatan (SP) 1 dan telah dipanggil secara langsung untuk diberikan pembinaan.

“Saya sudah bertemu langsung dengan ketiganya. Ini adalah kesempatan terakhir jika mereka masih ingin bekerja di DKI Jakarta,” tegas Pramono.

Pramono menambahkan, apabila pelanggaran serupa kembali terjadi, pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas, termasuk pemberhentian.

Baca Juga: Kawal Aksi Buruh FSPMI di DPR, 1.948 Personel Gabungan Diterjunkan

Ia menilai integritas dalam pelaporan layanan publik menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Tidak hanya kepada petugas lapangan, sanksi juga diberikan kepada jajaran atasan terkait. Pramono menyebutkan bahwa Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan, Kepala Seksi Pemerintahan, hingga Lurah Kalisari telah dibebastugaskan sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut.

Dalam forum tersebut, Pramono turut mengingatkan seluruh PPSU di Jakarta untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar jajaran guna menciptakan tata kelola kota yang lebih baik dan profesional.

Baca Juga: The Palace Jeweler Hadirkan Program Semarak Pengundian Nasional 2026, Berikan Apresiasi pada Pelanggan Setia

Menurutnya, membangun Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri oleh seorang pemimpin, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen, termasuk PPSU sebagai garda terdepan pelayanan publik di lapangan.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X