Prabowo akan Rekrut Menteri-menteri Jokowi dalam Kabinetnya, Bagaimana Prospek Zaken Kabinet?

Photo Author
Tiffany Sukotjo, Media 24
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 20:41 WIB
Prabowo akan Rekrut Menteri-menteri Jokowi dalam Kabinetnya. (Foto Kemenhan)    ((Foto Kemenhan) )
Prabowo akan Rekrut Menteri-menteri Jokowi dalam Kabinetnya. (Foto Kemenhan) ((Foto Kemenhan) )

MEDIA24.ID, JAKARTA – Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan isyarat bahwa kabinetnya mendatang akan diisi oleh beberapa menteri-menteri dari Kabinet Presiden Joko Widodo, setelah menyeleksi berdasarkan prestasinya. 

Menurut Prabowo saat ini dia melakukan transisi pemerintahan yang sangat lancar, karena dia sendiri merupakan bagian dari pemerintahan Presiden Jokowi

Dia sedang menyusun kabinet dan melihat banyak menteri-menteri mendatang berada pada kabinet yang bekerja saat ini. 

Baca Juga: Prabowo Unggah Momen Makan Malam sambil Bertukar Pikiran dengan Presiden Jokowi

“Pada ujungnya, setiap penerima mandat dari rakyat memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan,” ujar dia saat menutup BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Rabu (9/10). 

“Kalau kita mau menyusun dan memilih tim sepak bola tim nasional, maka yang dicari adalah pemain-pemain yang terbaik,” lanjut dia. 

 Menteri-menteri yang akan kembali menjabat menurut dia dinilai dari kemampuannya berbuat terbaik untuk bangsa dan rakyat. 

“Pak Jokowi mencari yang terbaik, saya pun demikian. Kalau orangnya masih bagus, pasti kita akan minta untuk ikut (dalam kabinet) lagi,” ujar dia. 

Untuk masuk dalam pemerintahan di Indonesia, menurut dia memerlukan pengorbanan.

Prabowo akan membentuk pemerintahan persatuan yang kuat meski konsekuensinya adalah kabinet gemuk

Baca Juga: Pendukung Prabowo-Gibran akan Meriahkan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober Mendatang

Dia beralasan, pemerintahan yang besar ini wajar karena Indonesia adalah negara besar yang luasnya sama dengan 27 negara di Eropa.

“Timor Leste penduduknya 1,3 juta, lebih kecil dari Kabupaten Bogor. Menterinya 28, karena koalisi,” ujar dia. 

Jika Indonesia negara otoriter dengan satu partai yang berkuasa, menurut dia bisa dijalankan dengan 20-24 menteri.  Namun hal itu tidak bisa dilakukannya dalam pemerintahan mendatang karena dia saya harus merangkul semua kelompok. 

Halaman:

Editor: Tiffany Sukotjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X