MEDIA24.ID - Kota Maumere, Ende, dan Mbay di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah diliputi kabut haze akibat debu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Lakilaki.
Fenomena ini dipicu oleh pola angin dominan yang membawa partikel debu ke wilayah tersebut.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Maumere, Ota Welly Jenni Thalo, debu vulkanik ini mengandung partikel halus dan gas sulfur dioksida (SO₂), yang berisiko memengaruhi kesehatan jika terhirup dalam jumlah besar.
"Debu vulkanik terbawa oleh angin dari arah Timur-Tenggara. Kondisi ini juga diperparah oleh lapisan inversi di ketinggian 5500 meter yang menghalangi partikel debu untuk naik lebih tinggi ke atmosfer," jelas Ota Welly.
Baca Juga: Kritik Rencana Larangan Ojol Pakai BBM Bersubsidi, Tidak Berpihak pada Rakyat Kecil
Lapisan inversi tersebut menciptakan penghalang vertikal, sehingga partikel debu dan gas tetap berada di dekat permukaan tanah, memperburuk kualitas udara di tiga daerah terdampak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyarankan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi dampak buruk kabut haze.
Beberapa langkah yang direkomendasikan meliputi:
- Mengurangi aktivitas di luar ruangan.
- Menggunakan masker dan kacamata pelindung saat berada di luar.
- Menjaga kebersihan rumah agar partikel debu tidak masuk ke dalam ruangan.
Baca Juga: Deretan Tempat Wisata di Lombok, Pasir Putih yang Cantik dan Keindahan Alamnya
"Penggunaan masker sangat penting untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel halus debu vulkanik," tambah Ota Welly.
Artikel Terkait
Kritik Rencana Larangan Ojol Pakai BBM Bersubsidi, Tidak Berpihak pada Rakyat Kecil
Sidang Hak Asuh Anak di PN Tangerang, Kuasa Hukum Erles Rareral Hadirkan 2 Saksi Ahli
Deretan Tempat Wisata di Lombok, Pasir Putih yang Cantik dan Keindahan Alamnya