MEDIA24.ID - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat sebelum kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun depan.
Luhut mengatakan langkah pemerintah memberikan bantuan bansos, untuk mengurangi dampak kenaikan PPN, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
Pemerintah memberikan dalam bentuk nontunai, Luhut menegaskan bahwa bansos yang diberikan tidak akan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Baca Juga: GJAW 2024 Sediakan Area Test Drive dan Test Ride, Rasakan Langsung Sensasi Kendaraan Terbaru
Ia khawatir jika bantuan diberikan secara tunai, ada kemungkinan bantuan tersebut disalahgunakan, seperti digunakan untuk berjudi.
Oleh karena itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan dalam bentuk nontunai, salah satunya melalui subsidi listrik.
"Ada hitungannya, tetapi diberikan itu ke listrik. Karena kalau diberikan (BLT) ke rakyat takut dijudikan lagi nanti," ujar Luhut saat ditemui di TPS 004 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, pada Rabu 27 November 2024.
Baca Juga: Kemenkes Gandeng 34 RS Jiwa di Indonesia Layani Rehabilitasi Judi Online dan Game Online
Rancangan Bansos Masih dalam Proses Finalisasi
Luhut juga menyebutkan bahwa rancangan bansos ini masih dalam tahap finalisasi. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa bansos yang akan diberikan tidak akan menggunakan skema BLT.
Pemerintah berupaya memastikan bantuan ini efektif dan tepat sasaran untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan.***
Artikel Terkait
Luhut 'Bocorkan' Agenda Elon Musk di Bali, Luncurkan Starlink hingga Pertemuan dengan Presiden Jokowi
Pemerintah Siapkan Pengetatan Pembelian BBM Subsidi Mulai 17 Agustus 2024, Luhut Dorong Penggunaan Bioetanol
Persiapan HUT Ke-79, Luhut: Pastikan IKN Berjalan dengan Lancar
Luhut Binsar Pandjaitan Pamit dari Kabinet, Ucapkan Terima Kasih dan Minta Maaf
Luhut Binsar Pandjaitan: Nahdlatul Ulama Harus Memimpin Upaya Perdamaian di Timur Tengah