Tahun 2025, Kemenkes Targetkan Satu Kota Ada 5 Puskesmas dengan Layanan Kesehatan Jiwa

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 21:49 WIB
Kemenkes Targetkan Satu Kota Ada 5 Puskesmas dengan Layanan Kesehatan Jiwa (Ilustrasi )
Kemenkes Targetkan Satu Kota Ada 5 Puskesmas dengan Layanan Kesehatan Jiwa (Ilustrasi )

MEDIA24.ID, JAKARTA-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengupayakan peningkatan layanan kesehatan dengan menargetkan pada 1 kota terdapat 5 puskesmas dengan layanan kesehatan jiwa di tahun 2025. 

"Harapannya minimal di satu kawasan kota itu ada lima puskesmas yang mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa," ujar Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes Imran Pambudi di Jakarta, pada Jumat (13/12/2024)

Upaya ini dilakukan demi mencapai target dari Kemenkes untuk menyediakan layanan kesehatan jiwa di 50 persen puskesmas di Indonesia. 

Baca Juga: Kemenkes Sediakan Layanan Skrining Kesehatan Jiwa Mandiri, Cek Aplikasi SATUSEHAT Mobile

Jika dilihat dari kondisi saat ini, baru terdapat 40 persen puskesmas dengan layanan kesehatan jiwa yang tidak sepenuhnya merata di Indonesia.

Di samping itu, Kemenkes juga berupaya meningkatkan ketersediaan obat terkait masalah gangguan kejiwaan di puskesmas.

"Jadi, ada lima obat yang seharusnya ada di puskesmas, salah satunya adalah haloperidol decanoate. Ini adalah obat untuk skizofrenia, tetapi yang long acting (kerja panjang)," ujar Imran. 

Baca Juga: Layanan Khusus Disiapkan, RSJ Marzoeki Mahdi Bogor Terima Pasien Korban Judi Online

Untuk peningkatan ketersediaan obat ini, Imran menyebutkan bahwa Kemenkes mengirim surat kepada kepala dinas kesehatan untuk mengalokasikan anggaran untuk obat ini. 

Sebelumnya, Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 yang dipublikasikan oleh Kemenkes menyatakan bahwa prevalensi depresi untuk seluruh usia di Indonesia mencapai angka 1.4%. 

Adapun kelompok yang paling banyak mengalaminya adalah anak muda dengan rentang usia antara 15-24 tahun dengan persentase sebesar 2%. Angka ini meningkat dari hasil survei tahun sebelumnya, 2022, yang hanya sebesar 1%.  

Adapun wilayah dengan prevalensi gangguan depresi tertinggi berada di Jawa Barat (3,3%), disusul di tempat kedua adalah Kalimantan Timur (2,2%), dan Banten (1,7%). 

Sedangkan, provinsi dengan prevalensi depresi terendah ada di Bali (0,2%), Kalimantan Tengah (0,3%), Kepulauan Bangka (0,3%), dan Jambi (0,3%).

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X