Jawa Tengah dan Beberapa Wilayah Lain Lakukan Modifikasi Cuaca, Mencegah Banjir dengan Curah Hujan Tinggi

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 17:20 WIB
Ilustrasi wilayah Jawa Tengah akan mengalami hujan deras dan cuaca ekstrem hingga banjir (Foto: dok)
Ilustrasi wilayah Jawa Tengah akan mengalami hujan deras dan cuaca ekstrem hingga banjir (Foto: dok)

MEDIA24.ID - Perkiraan cuaca di wilayah Jawa Tengah akan mengalami hujan deras dan cuaca ekstrem sejak 29 Januari 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ahmad Yani telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi hujan deras dan cuaca ekstrem, yang diperkirakan berlangsung hingga 31 Januari 2025.

Menyikapi potensi dampak dari cuaca ekstrem tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah mengajukan dukungan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Baca Juga: Joan Mir dan Luca Marini Temui Bikers Honda di Bekasi

Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dari 29 hingga 31 Januari 2025. Dalam operasi ini, pesawat Cesna digunakan untuk menaburkan garam di wilayah Laut Jawa guna mengurangi intensitas hujan di daratan Jawa Tengah.

Strategi ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan bencana. Menurutnya, jika kondisi cuaca masih belum stabil, OMC bisa diperpanjang hingga Februari.

Berdasarkan laporan BPBD, dalam kurun waktu Rabu malam pukul 19.00 WIB hingga Kamis pagi pukul 07.00 WIB, tercatat terjadi 21 kejadian bencana di sembilan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Baca Juga: Unik! Mulai dari Covid, Republik sampai Lembaga Pemerintah Dijadikan Nama Anak

Bencana tersebut meliputi tanah longsor, banjir, angin kencang, dan pohon tumbang. Selain Jawa Tengah, beberapa wilayah lain juga mengupayakan OMC untuk mengurangi risiko banjir akibat hujan lebat di antaranya adalah DKI Jakarta.

"Kalau berdasarkan data BMKG, hari ini hujan sedang-lebat. Hari ini kami masih belum melakukan OMC, tapi ke depan, kami sudah petakan untuk melakukan OMC apabila dipandang perlu," kata Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, dalam keterangan tertulis pada Kamis, 30 Januari 2025.

Selain DKI Jakarta, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan juga melaksanakan OMC. Pemerintah pusat turut memberikan perhatian khusus terhadap banjir yang telah melanda kedua wilayah ini dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Permintaan BGN Tambah Anggaran MBG Rp100 Triliun, Menkeu: Banyak UMKM yang akan Terbantu

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menjelaskan bahwa OMC dilakukan untuk menekan pertumbuhan awan hujan serta mendistribusikan curah hujan agar tidak terkonsentrasi di satu wilayah.

"Untuk Kalbar, penyemaian dilakukan di perairan barat dan utara, sementara untuk Kalsel, dilakukan di perairan tenggara dan selatan atau pesisir Tanah Laut," ungkap Suharyanto pada Kamis, 30 Januari 2025.

Operasi di Kalimantan Barat dilakukan dari Lanud Supadio Pontianak dengan durasi sekitar dua jam, menargetkan penyemaian awan di perairan barat Singkawang dan Sambas.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X