MEDIA24.ID, JAKARTA - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Abu Rokhmad, secara resmi membuka Partnership on Religion and Development (PaRD) Leadership Meeting 2025 di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Forum internasional yang berlangsung pada 3–6 Februari ini menghadirkan perwakilan pemerintah, organisasi berbasis agama, serta akademisi dari berbagai negara.
Mereka akan membahas tiga isu utama, yaitu pembangunan berkelanjutan, dialog lintas agama, dan peran agama dalam kebijakan publik, sebagai upaya memperkuat sinergi antara agama dan pembangunan global.
Baca Juga: Tim Seleksi Ingatkan Calon Peserta SNBP 2025 Jangan Salah Pilih Universitas dan Jurusan!
Abu Rokhmad menegaskan, Indonesia sebagai tuan rumah, memiliki peran strategis dalam mempromosikan praktik terbaik harmoni antaragama.
“PaRD adalah forum penting yang menghubungkan berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi bagi tantangan global," ujar Abu Rokhmad dalam sambutannya, Senin (3/1/2025).
"Indonesia ingin menunjukkan bahwa keberagaman agama bisa menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga: Keren! 3.488 Kitab Hadis Kini Bisa Diakses di Elipski Kemenag, Ini Caranya
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, komunitas agama, dan akademisi menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan yang inklusif serta berdampak luas bagi masyarakat global.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekretariat PaRD, Khushwant Singh menegaskan, PaRD menyatukan tiga sektor utama, yaitu pemerintah, organisasi berbasis agama, dan akademisi.
“Tujuan utama platform ini adalah menciptakan ruang di mana kemitraan dapat dibangun, direalisasikan, dan diterapkan untuk kepentingan pembangunan sosial dan berkelanjutan,” ujar Singh.
Singh menekankan, forum ini bukan hanya tentang pertemuan dan diskusi, tetapi juga aksi nyata dalam merancang solusi bagi tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan perdamaian dunia.
“Ketika kita mempelajari semua agama, pada akhirnya kita menyadari ada satu nilai universal: kasih sayang, keadilan, dan kepedulian terhadap bumi,” tambahnya
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Ahmad Zayadi mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pusat moderasi beragama dan dialog lintas iman.