MEDIA24.ID - Januari 2025 resmi tercatat sebagai bulan Januari terpanas dalam sejarah, melanjutkan tren suhu ekstrem yang terus memecahkan rekor dalam beberapa tahun terakhir.
Para ilmuwan dari Badan Perubahan Iklim Eropa, Copernicus (C3S), melaporkan bahwa suhu global pada bulan lalu mencapai 1,7 derajat Celsius di atas rata-rata masa pra-industri.
Menurut C3S, 18 dari 19 bulan terakhir mengalami suhu yang melampaui batas kenaikan 1,5 derajat Celsius.
Baca Juga: Gaji ke-13 dan THR ASN Bakal Dihapus? Airlangga Hartarto Buka Suara
Hal ini semakin menguatkan dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil.
Yang mengejutkan, kenaikan suhu tetap terjadi meskipun pola cuaca El Niño—yang dikenal meningkatkan suhu global—sudah melemah dan mulai beralih ke La Niña, yang seharusnya membawa efek pendinginan.
“Fakta bahwa kita masih mencatat rekor suhu di luar pengaruh El Niño cukup mengejutkan,” kata Samantha Burgess, Pemimpin Strategis di Pusat Prakiraan Cuaca Jarak Menengah Eropa, Rabu (5/2/2025).
Para ilmuwan dari Berkeley Earth dan Met Office memperkirakan tahun 2025 akan menjadi tahun terpanas ketiga dalam sejarah, sedikit lebih dingin dibandingkan 2024 dan 2023.
Namun, masih ada ketidakpastian mengenai bagaimana fenomena La Niña akan berkembang dan memengaruhi suhu global.
Selain itu, suhu permukaan laut pada Januari 2025 juga mencatat rekor tertinggi kedua untuk bulan tersebut, hanya kalah dari Januari 2024.
Dengan tren pemanasan global yang terus meningkat, para ilmuwan menegaskan bahwa langkah konkret untuk mengurangi emisi gas rumah kaca harus segera dilakukan sebelum dampak perubahan iklim semakin tidak terkendali.
Artikel Terkait
Tiket KA Lebaran 2025 Sudah Bisa Dipesan, Cek Jadwal Keberangkatannya!
Banjir Bandang Terjang Situbondo dan Bondowoso: Ribuan Rumah Terdampak, Warga Mulai Bersihkan Lingkungan
Gaji ke-13 dan THR ASN Bakal Dihapus? Airlangga Hartarto Buka Suara