Dampak Pemangkasan Anggaran BMKG, Penyampaian Informasi Peringatan Dini Bencana Makin Melambat

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Kamis, 13 Februari 2025 | 13:29 WIB
BMKG mengajukan dispensasi atas pemotongan anggaran
BMKG mengajukan dispensasi atas pemotongan anggaran

MEDIA24.ID - Badan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menjadi salah satu instansi pemerintah yang masuk dalam daftar pemotongan anggaran.

Pemotongan anggaran yang harus diterima oleh BMKG adalah sebesar Rp1,423 Triliun. Angka tersebut setengahnya atau 50,35 persen dari anggaran semula yang dijatah untuk BMKG yakni Rp2,826 Triliun.

Pemotongan anggaran BMKG ini akan memberikan dampak pada Alat Operasional Utama atau Aloptama.
Pasalnya, pemeliharaan untuk alat-alat tersebut akan mengalami penurunan hingga 71 persen.

Baca Juga: Bantah Dititipkan Lolly di Padepokan, Nikita Mirzani Unggah Foto Video Call dengan Sang Anak

Dengan dana perawatan untuk alat milik BMKG sampai 71 persen itu, dikhawatirkan akan memberi pengaruh pada akses informasi.

Misalnya observasi dan kemampuan mendeteksi cuaca, iklim, kualitas udara, gempa bumi, dan tsunami akan menurun.

Setidaknya ada sekitar 600 alat sensor yang memantau gempa bumi dan tsunami di seluruh Indonesia.

Alat yang dimiliki oleh BMKG itu sebagian besar sudah melampaui batas kelayakan, jadi memerlukan perawatan lebih.

Baca Juga: Beli Kopi Bisa Dapat Mobil Listrik Gratis di IIMS 2025! Begini Caranya

Untuk kecepatan informasi peringatan dini juga akan terganggu, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BMKG, Muslihhuddin pada Senin, 10 Februari 2025.

Dalam keterangannya, akan ada jarak yang cukup signifikan dalam waktu menyebarkan informasi peringatan dini tersebut.

“Ketepatan akurasi informasi cuaca, iklim, gempabumi dan tsunami menurun dari 90 persen menjadi 60 persen,” kata Muslihhuddin.

“Kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih dan jangkauan penyebarluasan informasi gempa bumi dan tsunami menurun 70 persen,” imbuhnya.

Baca Juga: Viral Haji Gratis 2025 untuk 100 Orang? Kemenag Tegaskan Hoaks!

Untuk jangka panjangnya, Muslihhuddin juga mengungkapkan adanya kemungkinan dampak di banyak lini.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X