MEDIA24.ID - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar Rukyatul Hilal untuk penetapan awal bulan Ramadhan 1446 H / 2025 M.
Kegiatan ini dijadwalkan pada 28 Februari 2025, dengan titik utama pemantauan di puncak gedung Hotel Zuri Express Banjarmasin serta beberapa lokasi lainnya di berbagai daerah.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H. Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan BMKG, Pengadilan Agama, Lembaga Falakiyah, tokoh agama, dan ahli astronomi guna memastikan hasil yang akurat berdasarkan syariat Islam dan ilmu astronomi.
"Pemantauan hilal ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan awal bulan Ramadhan, dengan tetap mengacu pada kaidah syariat dan ilmu astronomi," ujar Tambrin, Rabu (19/2).
Baca Juga: Fariz RM Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Amankan Ganja dan Sabu
Penentuan Awal Ramadhan
Rukyatul Hilal menggabungkan metode rukyat (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomi).
Hasilnya akan dikirim ke Kementerian Agama RI untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang menentukan kapan 1 Ramadhan dimulai.
Jika hilal berhasil terlihat, maka malam itu akan ditetapkan sebagai awal bulan Ramadhan. Namun, jika tidak terlihat, bulan berjalan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Masyarakat diimbau untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait awal Ramadhan 1446 H.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Lantik 961 Kepala Daerah Serentak di Istana Negara
Data Astronomi: Hilal Diprediksi Terlihat
Menurut Lajnah Falakiyah PWNU Kalsel, berdasarkan perhitungan:
Ijtima' (konjungsi) terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 08.47 WITA
Matahari terbenam: pukul 18.40 WITA
Hilal terbenam: pukul 18.58 WITA
Tinggi hilal hakiki: +4°31’50” di atas ufuk