nasional

Menag Ajak Amil Zakat Teladani Profesionalisme Abu Hurairah dalam Mengelola Keuangan Umat

Kamis, 26 Juni 2025 | 20:30 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Pengelolaan Zakat Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (25/6/2025). (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak para pemangku kebijakan zakat meneladani Abu Hurairah sebagai sosok amil yang profesional dan amanah.

Hal itu ia sampaikan saat menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Pengelolaan Zakat Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Menurut Menag, Abu Hurairah merupakan contoh ideal amil zakat yang tidak hanya jujur, tetapi juga memiliki integritas dan profesionalisme tinggi dalam mengelola keuangan umat.

“Mari kita menjadi amil yang benar, mari kita menjadi Abu Hurairah,” ajak Menag.

Baca Juga: Gelar Rakornas, Kemenag Pertegas Peran BAZNAS dan LAZ dalam Tata Kelola Zakat

Dalam pidatonya, Menag menjelaskan perbedaan antara amil dan fa’il, meskipun berasal dari akar kata yang sama. Menurutnya, amil adalah orang yang bekerja secara profesional dan bertanggung jawab, sedangkan fa’il adalah orang yang hanya bekerja saja dengan mengabaikan aspek kompetensi.

“Kalau yang ditunjuk tidak kompeten, maka itu bukan amil, tapi fa’il,” ungkapnya.

Menag kemudian mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW menunjuk Abu Hurairah untuk memegang kunci Baitul Mal yang menyimpan zakat, infak, sedekah, dan wasiat. Penunjukan ini menunjukkan betapa selektifnya Nabi Muhammad SAW dalam memilih pengelola keuangan umat.

Ia juga menceritakan pengalaman Abu Hurairah yang berjaga atas perintah Nabi untuk mengantisipasi pencurian. Dalam tiga malam berturut-turut, seorang pemuda datang mencoba mencuri karena keluarganya kelaparan.

Baca Juga: Tingkatkan Profesionalisme Amil, BAZNAS Beri Pelatihan dan Sertifikasi di Majalengka

Abu Hurairah tetap menjalankan tugasnya sebagai penjaga dan tidak mendistribusikan harta tersebut, meskipun pemuda itu memohon.

Pada malam ketiga, pemuda tersebut memberikan wirid berupa bacaan Ayat Kursi kepada Abu Hurairah, yang diyakini dapat mengusir setan. Keesokan harinya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pemuda itu sebenarnya adalah iblis yang menyamar.

“Nabi tahu siapa yang pantas memimpin Baitul Mal. Itulah Abu Hurairah yang sangat jujur dan pantas menjadi amil,” jelas Menag.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Noor Achmad, dalam Rakornas tersebut menyampaikan bahwa separuh ajaran agama merupakan urusan sosial. Oleh karena itu, penguatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sangat penting untuk membangun kehidupan beragama yang utuh dan berdampak.

Halaman:

Tags

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB