MEDIA24.ID - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB) di Jakarta pada Selasa 3 Desember 2024.
Penandatanganan Nota Kesepahaman yang ditanda tangani, menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara BRIN, STAIB dan seluruh pemangku kepentingan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan, sesuai dengan upaya kita akan melakukan ekskavasi di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Penuh Makna dan Imajinasi Album Terbaru Maudy Ayunda
"Tentu BRIN akan melakukan ekskavasi dengan bekerja sama dengan warga sekitar, mahasiswa, dan lain-lain", kata Tri Handoko.
Tri Handoko berharap pada menteri Kebudayaan Fadli Zon, agar dapat mendukung pelestarian budaya khusunya Tapanuli Tengah ini.
Saat ini kita masih mempertimbangkan, karena BRIN mempunyai rencana melakukan ekskavasi secara maritim peradaban Islam di Nusantara dan lokasi di sekitar Barus, katanya.
Baca Juga: Minum Minuman Panas Terlalu Sering? Ini Bahayanya Menurut Dokter
"Warga Barus sangat mendukung karena akan menjadi upaya masyarakat mengexprosasi budaya dan riset sangat di perlukan", ungkapnya.
Ketua Umum Yayasan Maju Tapian Nauli (MATAULI) Fitri Krisnawati Tandjung mencanangkan pembangunan Sekolah Tinggi Agama Islam Barus (STAIB) di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Kampus STAIB berlokasi di Desa Kade Gadang atau berjarak 800 meter dari Tugu “Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara”.
Baca Juga: Kabar Gembira! Kemenag Anggarkan Rp897 Miliar untuk Guru Non PNS
"Kesepakatan MOU antara BRIN dan MATAULI, semoga di tahun 2025 program-program, riset bisa berjalan", ujarnya.
Fitri menambahkan area khusus riset utama di bidang Arkeologi, Sastra, bahasa, budaya, adalah fokus area situs Bongal dan Barus karena banyak sekali materi-materi bersejarah.
Dengan adanya MOU kesepakatan untuk memperkuat kota Barus, sebagai pusat riset yang fokus kepada budaya, religi.