Atas alasan itu, sudah saatnya PSSI melakukan evaluasi total terhadap STY. Jika STY tidak lagi istimewa dan hanya mengandalkan propaganda agensinya untuk galang dukungan melalui sosial media agar mendapat simpati dari pecinta sepakbola Indonesia, meskipun tanpa memberikan prestasi, maka ini waktunya Timnas harus punya pelatih baru.***
Artikel Terkait
Kronologi Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner Alami Cedera Gegar Otak Usai Bermain di Tim Kelompok Umur Wolves
Nobar Seru Indonesia vs Filipina: Ini 10 Lokasi Nobar di Jakarta untuk Dukung Timnas
Dramatis! Kartu Merah dan Penalti Bikin Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2024
Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2024, Coach Justin: STY Gagal Bentuk Sistem Permainan dengan Pemain Muda
3 Prestasi Timnas Indonesia di Kepemimpinan STY, dari Piala Asia U-23 hingga Round 3 Kualifikasi Pildun 2026