Efisiensi Anggaran Tak Pengaruhi BOP dan PIP, Bimas Buddha Fokus Pengembangan Pendidikan Agama Buddha

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Rabu, 19 Februari 2025 | 22:40 WIB
Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi. (Foto/Dok/Media24)
Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi. (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Buddha Kemenag memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak memengaruhi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) maupun Program Indonesia Pintar (PIP).

Hal ini ditegaskan oleh Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi, disela-sela audiensi dengan Forum Wartawan Kementerian Agama (Forwagama) di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

"BOP tetap berjalan, sama seperti dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Itu tidak boleh berkurang. PIP, tunjangan guru, dan Program Pendidikan Guru (PPG) juga tetap berjalan," ujar Supriyadi.

Baca Juga: Sebanyak 23.339 Peserta Lulus Seleksi Administrasi Calon PPPK Kemenag Tahap 2

Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) yang menyatakan bahwa anggaran untuk beasiswa dan operasional layanan pendidikan tidak akan terkena dampak dari efisiensi anggaran.

Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD 2025 juga menegaskan bahwa empat hal utama tidak akan terdampak, yaitu gaji pegawai, program prioritas, layanan publik, dan bantuan sosial.

"Pendidikan merupakan bagian dari layanan publik, sehingga anggaran untuk mendukung hal tersebut tidak akan dikurangi," jelas Supriyadi.

Baca Juga: Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 1446 H di 125 Titik

Ditjen Bimas Buddha berkomitmen untuk terus melakukan terobosan dan inovasi guna memperkuat layanan pendidikan, keagamaan, dan layanan teknis lainnya. "Program prioritas sebagian tetap berjalan tanpa potongan," tegasnya.

Fokus pada Pendidikan Agama Buddha

Di bidang pendidikan, Ditjen Bimas Buddha memiliki dua konsentrasi utama. Pertama, akselerasi akreditasi pendidikan formal keagamaan Buddha melalui Dhammasekha, yang saat ini berjumlah 49 lembaga.

Dhammasekha terbagi menjadi 4 jenjang: Pertama, Nava Dhammasekha (Pendidikan Usia Dini); Kedua, Mula Dhammasekha (Pendidikan Dasar); Ketiga, Muda Dhammasekha (Pendidikan Menengah Pertama), dan keempat, Uttama Dhammasekha (Pendidikan Menengah Kejuruan).

Bidang Pendidikan kedua, pembangunan dua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN), yaitu STABN Raden Wijaya di Wonogiri, Jawa Tengah, dan STABN Sriwijaya di Tangerang, Banten.

STABN Raden Wijaya Wonogiri, yang mendapatkan hibah tanah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri, telah melakukan ground breaking (peletakan batu pertama) pada akhir 2024. Pembangunan gedung layanan pendidikan ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2025.

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X