“Hal ini membuktikan bahwa siswa kami sudah sangat kompeten dan siap untuk terjun ke industri budi daya udang vaname. Karena semua prosedur atau proses yang dilakukan sudah sesuai standar industri dan semua dilakukan oleh siswa,” Kuntjoro menambahkan.
Oleh karena itu, bagi Kuntjoro, panen raya kali ini bukan hanya sekadar panen raya biasa, tetapi juga merepresentasikan proses produksi dan pembelajaran yang sarat teknologi melalui Tefa budi daya udang vaname ini telah menghasilkan siswa yang kompeten dan kompetitif.
“Siswa kami bahkan sudah dipesan oleh industri sebelum mereka lulus. Masih PKL (praktik kerja lapangan) saja sudah diminta industri, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Kuntjoro.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menyampaikan bahwa dengan kolaborasi lebih dari 80 industri, panen raya siklus keenam SMK Perikanan dan Kelautan Puger ini membuktikan bahwa SMK mampu membangun ekonomi berbasis maritim.
“Melalui teaching factory yang kuat, SMK mampu bertransformasi untuk mendukung sektor maritim dan ketahanan pangan nasional dengan produksi dan penyiapan lulusan yang siap, sigap dan kompetitif, dan memiliki daya saing global,” kata Arie pada acara yang sama.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), I Nyoman Radiarta, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi dan daya saing hasil perikanan, baik untuk konsumsi domestik maupun untuk pasar ekspor.
“Panen raya udang vaname berkualitas ekspor yang dilakukan oleh SMK Perikanan dan Kelautan Jember ini menjadi bukti bahwa SMK mampu berkontribusi pada sektor kelautan dan perikanan yang berdampak besar pada perekonomian bangsa,” kata I Nyoman.
Untuk itulah, Kementerian Kelautan dan Perikanan, menurut I Nyoman, akan mendukung penuh pelaksanaan pendidikan vokasi tingkat menengah di bidang kelautan dan perikanan yang memiliki peluang besar sebagai tulang punggung ketahanan nasional.
Sebagai informasi, Budi Daya Udang Vaname SMK Perikanan dan Kelautan Puger merupakan salah satu praktik baik dari program SMK Pusat Keunggulan. Tahun ini Tefa yang menempati lahan tidak sampai setengah hektare tersebut akan memasuki tahun ketiga.
Selain memproduksi udang vaname kualitas ekspor, Tefa yang menggandeng industri dan asosiasi petambak udang serta berbagai pemangku kepentingan terkait ini juga telah menghasilkan lulusan yang saat ini banyak tersebar di industri budi daya udang, mulai dari hatchery udang, industri pakan udang, dan sebagainya. Mereka juga banyak tersebar di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. ***