Mendikdasmen Tak Larang Study Tour, Ini Hal Penting yang Harus Diperhatikan!

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Selasa, 25 Maret 2025 | 07:05 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menyempatkan diri 'mengajar' di SMP N 1 Komodo, NTT.  (Foto/Dok/Humas Kemendikdasmen)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menyempatkan diri 'mengajar' di SMP N 1 Komodo, NTT. (Foto/Dok/Humas Kemendikdasmen)

MEDIA24.ID, JAKARTA-Beberapa daerah di Indonesia melarang kegiatan karya wisata atau study tour. Di antaranya yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Pontianak.

Mengenai kegiatan study tour sekolah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan, tak melarang kegiatannya. 

Namun, ia mewanti-wanti sekolah untuk menjaga keamanan siswa hingga kendaraan jika akan melaksanakan study tour.

Baca Juga: Imbas Kecelakaan Maut di Subang, Pj Wali Kota Bogor Instruksikan Kegiatan Study Tour Dihentikan

"Study tour itu sebenarnya kan bagian dari program sekolah yang memang dimaksudkan untuk mereka memiliki pengalaman dengan melakukan kunjungan ke berbagai institusi dan ke berbagai tempat," kata Mu'ti saat saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/3/2025).

Jika sekolah tetap harus mengadakan study tour, Mu'ti mengimbau untuk memastikan tujuan dari kegiatannya. Menurutnya, jangan sampai study tour dijadikan sebuah rutinitas.

"Cuma karena ada tour, jadi tetap tour. Nah, kalau sekolah-sekolah akan menyelenggarakan study tour yang pertama harus dipastikan bahwa memang kegiatannya itu benar-benar diperlukan. Jangan sampai study tour itu hanya jadi kegiatan yang rutinitas saja, yang kaitan dengan pendidikannya itu tidak terlaksana," katanya.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Masa Depan, Mendikdasmen dan Ketum MUI Sepakat Berikan Akses Layanan Pendidikan Berkualitas

Perhatikan Kondisi Bus yang Dipakai

Kemudian, Mu'ti juga menegaskan kepada sekolah untuk ekstra teliti dalam memilih bus yang akan digunakan. Hal ini sangat penting karena mengingat banyaknya kasus kecelakaan siswa saat study tour.

"Dalam menentukan mitra dalam study tour, tolonglah dipastikan betul, terutama menyangkut mitra transportasinya karena banyak kecelakaan terjadi itu karena mungkin sekolah itu tidak menyewa atau bermitra dengan lembaga-lembaga atau organisasi transportasi yang berkualitas," kata Mu'ti.

Guru Harus Selalu Mengawasi Siswa

Terakhir, Mu'ti berpesan kepada para guru agar lebih memerhatikan siswa. Ia mengatakan keamanan dan kenyaman siswa selama berada di luar tetap perlu diprioritaskan.

"Ketika study tour juga harus tetap dibimbing oleh guru-guru. Jangan kemudian murid ini dibiarkan tanpa pengawasan dari para guru sehingga hal-hal yang tidak diinginkan itu dapat kita hindari," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X