MEDIA24.ID, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida dengan jumlah peserta luring sebanyak 250 orang dan peserta Zoom Webinar sebanyak 4.092 orang.
Kegiatan ini menjadi forum dialog Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan para guru Bahasa Indonesia serta mahasiswa calon guru Bahasa Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dalam dialog ini menyampaikan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan literasi anak-anak Indonesia adalah melalui penerapan kebijakan pembelajaran mendalam.
Dalam kebijakan ini, pekerjaan rumah (PR) boleh diberlakukan, tetapi bukan untuk mengerjakan soal melainkan tugasnya adalah membaca buku atau menulis.
“Nanti murid ditugaskan untuk menuliskan kembali, bisa membuat resume dari apa yang dibacanya atau murid menuliskan kembali isi dari bacaan itu dengan bahasanya sendiri. Bisa juga, murid menulis pengalaman mereka saat liburan ke rumah nenek,” jelas Mendikdasmen.
Baca Juga: Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi dan Sastra di Jawa Tengah
Menurut Mendikdasmen, permasalahan anak-anak saat ini adalah kurang memiliki ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka alami sehingga kegiatan literasi seperti ini penting untuk mulai memperkuat tradisi lisan dan juga tradisi tulis sejak dini.
Tradisi tulis itu harus dibangun dari hal-hal yang simpel, bisa melalui kalimat-kalimat sederhana setiap hari.
"Mendorong semangat literasi itu bisa kita lakukan dengan cara memberikan mereka penugasan-penugasan membaca yang sederhana saja, tetapi kebisaannya yang kita bangun, bagus jika kemudian kita memberikan kesempatan anak-anak kita ini untuk menulis apa pun yang mereka tulis itu," jelas Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen pun mendorong guru maupun calon guru Bahasa Indonesia untuk dapat menumbuhkan semangat bahasa dan kemampuan berpikir, melalui pembelajaran mendalam, yang ke depannya akan menjadi arah baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
“Bagaimana kita menjadikan bahasa yang berdaulat dan menjadi bagian dari keadaban bangsa yang dilihatnya dari berbahasanya, itu yang dilihat dari tugas para guru Bahasa Indonesia dan juga para calon guru Bahasa Indonesia,” tutup Mendikdasmen.
Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyapa guru Bahasa Indonesia di seluruh Indonesia.